Akhir Tahun 2021, Baitul Mal Bireuen Tuntaskan Penyaluran Dana Zakat Ke 3.047 Penerima

oleh -6 views

TEWENEWS, Bireuen – Baitul Mal Kabupaten (BMK) Bireuen menuntaskan penyaluran zakat sebesar Rp1,9 miliar kepada 3.047 penerima pada penyaluran zakat dan infak Tahap II Periode Mei – Agustus 2021.

Penyaluran zakat beasiswa oleh Baitul Mal Kabupaten Bireuen melalui rekening Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen. Hal ini terjadi keterlambatan proses transfer dana ke masing – masing rekening siswa penerima dikarenakan siswa harus melengkapi syarat- syarat untuk membuka rekening baru di Bank yang telah ditentukan.

Demikian pula dengan penyaluran beasiswa bagi siswa SD, SMP, MI dan MTs sempat mengalami kendala.

Pasalnya, sebanyak 2.750 penerima dari kalangan siswa jenjang SD sederajat dan SMP sederajat, harus antri dalam membuka buku rekening baru setiap siswa penerima manfaat.

Ketua BMK Bireuen, Tgk Muhammad Hafiq, S,Sy, Selasa sore (23/11/2021) mengatakan, namun demikian penyaluran dana beasiswa dapat dilakukan secara cepat dengan alternatif lainnya.

“Misalnya dengan melakukan transfer ke rekening – rekening Sekolah atau rekening zakat dan infak sekolah,” jelasnya.

Lanjut Ketua BMK Bireuen, akan tetapi penyaluran sesuai aturan harus dilakukan melalui rekening masing-masing penerima termasuk kepada siswa.

Memang ada sedikit kendala dalam proses pengurusan buku rekening baru karena siswa harus mengambil surat aktif belajar dan jarak tempuh ke Sekolah.

Baca Juga :   Bhabinkamtibmas food estate mengajak masyarakat, anak-anak gemar membaca buku

“Belum lagi antrian siswa di bank, Kini hanya sekitar 10 persen dari siswa penerima yang masih dalam proses transfer,” urai Tgk Muhammad Hafiq dihadapan para awak media.

Selain itu, Ia berharap kepada Kepala Sekolah dan orang tua dari siswa penerima beasiswa dari dana zakat untuk maklum dan bersabar agar semua harus mengikuti aturan, sehingga dalam penyalurannya tidak terjadi permasalahan dengan aturan yang telah ditetap oleh negara.

Zakat tahap II disalurkan kepada 2.750 orang siswa dengan nominal Rp 500 ribu persiswa, 194 warga miskin Rp 1 juta per orang, 94 muallaf lama Rp1 juta per orang dan 8 muallaf baru Rp2,5 juta per orang serta hak amil kepada UPZ lembaga.

Selain itu, Ketua Baitul Mal Bireuen Tgk Muhammad Hafiq, S,Sy juga menyampaikan BMK Bireuen telah merampungkan penyusunan Peraturan Bupati Tentang Mekanisme Pengelolaan Zakat dan Infak sesuai Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal.

Baca Juga :   Polsek Pantai Lunci Sambangi Warga Dan Pengunjung Wisata, Sosialisasikan Tentang Hal Ini

“Peraturan Bupati yang telah ditersusun ini merupakan amanah dari Qanun Aceh tentang Baitul Mal, terutama dalam hal pelaksanaan penggunaan dana infak agar dapat dilaksanakan sesuai yang diatur di dalam Qanun,” Ucapnya.

Perlu diketahui, Aturan penggunaan Dana Infak di Qanun Aceh dibatasi hanya pada tiga hal yaitu Pemberdayaan Ekonomi, Investasi Dana Umat untuk Pemberdayaan Ekonomi dan Kesejahteraan Umat serta Penyertaan Modal.

“Maka untuk melaksanakan tiga hal tersebut, perlu diatur juga dengan Peraturan Bupati dan dilanjutkan dengan penyusunan Standar Prosedur Operasional (SOP) sehingga nantinya Baitul Mal dapat dilaksanakan dengan maksimal,” ucapnya.

Saat ini Peraturan Bupati dimaksud sudah selesai pembahasan oleh Tim Pemerintah Kabupaten Bireuen dan sudah diajukan ke Biro Hukum Setda Provinsi Aceh untuk proses lebih lanjut.

“Kita berharap Peraturan Bupati ini segera turun dalam proses dan bisa ditandatangani,” harapnya.

Sementara ini, Qanun Aceh tentang Baitul Mal kini dalam proses revisi di DPR Aceh. Jika nantinya direvisi selesai, maka kemungkinan kedepan penggunaan dana Infak tidak terbatas, artinya penggunaan dana akan lebih luas dapat dilaksanakan untuk berbagai program kepada masyarakat.

Baca Juga :   Tak Kenal Hari Libur, Babinsa Koramil 03/GP Optimalkan Pendistribusian Paket Obat Isoman

Ketua Komisioner Baitul Mal Bireuen, Tgk Muhammad Hafiq, S,Sy yang turut didampingi anggota Murdeli, SH mengatakan pada awal Tahun 2021 tadi direncanakan memberikan bantuan kepada korban yang rumahnya terbakar atau bencana – bencana alam lainnya.

“Akan tetapi, penerimaan zakat saat ini yang belum nampak meningkat secara signifikan, maka program bantuan untuk korban rumah terbakar itu tidak dapat direalisasikan sesuai dengan rencana yang diharapkan,” jelasnya Ketua Komisioner Baitul Mal Bireuen.

Diakhir kesempatan, Ketua Baitul Mal Bireuen Tgk Muhammad Hafiq, S,Sy menjelaskan bagi korban rumah terbakar, Baitul Mal hanya dapat memfasilitasi bantuan masa panik melalui Senif Gharimin dari Baitul Mal Provinsi Aceh sebesar Rp3 Juta yang akan bagi kepada korban serta setiap penerima,  diserahkan secara tunai oleh Baitul Mal Bireuen. (mz039ach)