Akibat Sakit Tak Kunjung Sembuh, ASN Dishub Bunuh Diri di Kantor

oleh -182 views

TEWENEWS, Ponorogo – Memilih jalan pinas untuk mengakhiri hidup seseorang, di karenakan ada permasalahan yang di hadapinya. Misal, sakit tak kunjung sembuh, terlilit hutang, bahkan permasalahan rumah tangganya, hal ini bisa saja terjadi.

Seperti dilakukan oleh Miswanto (54) Pegawai Dinas Perhubungan Ponorogo, alamat Jalan. DR Cito M. Kusumo Gang I Rt 003 Rw 003 Kelurahan Keniten, Kabupaten Ponorogo, ia gantung diri dengan tali rafia.

Sontak hal ini membuat geger, kisahnya yang pertama kali mengetahui peristiwa itu adalah Budi (49) sekitar pukul 11.30 WIB. Dia sedang mengantar Makanan catering untuk pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), tiba di ruangan bagian pelayanan UPT parkir, pintu ruangan tertutup, kemudian Budi mencoba mengetuk pintu, tidak ada jawaban.

Selanjutnya, Budi membuka pintu ternyata tidak terkunci, ia langsung masuk dan meletakkan makanan di atas meja. setelah itu bermaksud balik dan tidak sengaja saksi menoleh di dekat meja, sontak dirinya kaget ada seseorang Dengan posisi tergantung terikat tali rafia.

Budi kaget dan langsung berlari keluar, untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Saksi lainnya yaitu Agung Prasetyo Utomo, S.Sos (46), kemudian Budi dan Agung mengecek ke dalam ruangan dan benar, korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali rafia warna putih, yang di ikatkan ke angin-angin diatas tembok, selanjutnya Agung melaporkan kejadian ini ke Polsek Ponorogo.

Sementara itu, Kapolsek Kota AKP Lilik Sulastri di dampingi KSPK Polres IPDA Tatag, Mendatangi Kantor UPT Parkir Dishub guna penyelidikan atas laporan para saksi, selanjutnya polisi memasang garis police line.

“Ciri ciri mayat Tinggi 170 centi meter, masih memakai seragam dishub lengkap warna atas putih bawah biru, bersepatu, panjang tali dari angin angin ke leher korban 47 centi meter. Ujung sepatu menempel tipis di lantai, tinggi tumit sepatu dari lantai 5 centi meter. Tinggi total ikatan tali dari angin-angin ke lantai 200 centi meter. Tidak nampak lebam pada mayat, pada anus tidak mengeluarkan kotoran, alat vital tidak mengeluarkan sperma. Luka jerat pada leher namun tulang leher tidak patah serta tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan, ” terang Kapolsek Kota AKP Lilik Sulastri, Rabu (9/1/2019) pagi.

Dari keterangan rekan kerjanya, Korban menderita sakit stroke dan diabetes sejak tiga tahun lalu, dan sudah dua kali masuk rumah sakit. korban belakangan ini menurut rekan sesama pegawai seperti orang bingung, sehingga mengambil jalan pintas dengan cara gantung diri di ruangan kerjanya, pada saat jam istirahat dan tidak ada orang di ruangannya.

“Dari Olah Kejadian Perkara pagi tadi, tali rafia warna putih yang di gunakan korban di amankan sebagai penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Kabag (kepala bagian ) UPT Parkir langsung menghubungi pihak Keluarga korban, dan menerima kematian korban sebagai musibah dan tidak menuntut kepada siapapun dengan membuat surat pernyataan diketahui Kepala kelurahan Keniten.(Tim/Joko)