Artis Lokal Barito Utara yang Terjerat UU ITE Jalani Sidang Perdana

oleh -1.049 views

TEWENEWS, MUARA TEWEH – SM alias Sry mutmut artis lokal di Kabupaten Barito Utara, Kalteng yang menjadi terdakwa atas pelanggaran UU ITE kini menjalani sidang perdana secara virtual, Kamis (25/11).

Tak hanya Sry mutmut, dalam sidang dengan Jaksa Penuntut umumnya Andep Setiawan tersebut hadir juga saksi korban Masriani sering disapa Irai. Keduanya menghadiri sidang di ruangan yang berbeda.

Sementara itu, berdasarkan dakwaan yang diperoleh awak media ini dijelaskan bahwa terdakwa SM pada hari Senin 31 Mei 2021 pada pukul 02.15 WIB dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar penghinaan atau nama baik.

Perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan mengupload video di akun tik tok miliknya yaitu dengan nama akun @mutmut170695 pada tanggal 25 November tahun 2020.

Baca Juga :   Hentikan Pencaplokan Lahan dan Kriminalisasi Petani Sawit Kotabaru Kalsel Oleh PT MSAM

Usai diupload, video tersebut dikomentari oleh saksi korban yaitu Misrani alias Irai dengan memakai akun tik tok miliknya yaitu R85DPB.

“Ni aku yang kamera ingat lah ikam” ujar Irai sebagaimana dikutip dalam dakwaan yang diterima oleh awak media ini, Kamis (25/11).

“Halu kah raja sabu” (Halusinasikah kamu raja sabu” ujar terdakwa mengomentari pernyataan saksi korban.

Terhadap pernyataan SM, saksi korban meminta untuk kembali mengulangi, namun tidak ditanggapi. “apa jar kam nah ulangi pang kaya apa,” ujar Irai.

Merasa keberatan dengan komentar yang ditulis Sri Muliaty, Irai langsung melayangkan laporan ke Polres Barito Utara.

Baca Juga :   Dibangun Entah Untuk Apa...!!! Aset Pemkab Terbengkalai di Desa Hurung Enep

Masih berdasarkan dakwaan yang diterima oleh awak media, dalam kasus ini pendapat ahli Infromasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Denden Imanudin Soleh, menerangkan bentuk informasi elektronik yang telah didistribusikan atau ditransmisikan atau diakses melalui jaringan internet dan atau sistem elektronik dapat ditampilkan atau dicetak atau diwujudkan secara nyata baik dalam bentuk hard copy, sehingga hasil print tampilan foto tersebut dapat dijadikan alat bukti elektronik dalam tindak pidana informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan pasal 5 dan pasal 6 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang undang RI No 11 tahun 2008 tentang informas dan transaksi elektronik.

Baca Juga :   Satlantas Polres Barito Utara Sampaikan Imbauan dan Patroli Protokol Kesehatan

Sementara itu, saksi ahli pidana Achmad Ratomi dalam kasus ini menerangkan bahwa saudari Sri Mulyati memenuhi bentuk perbuatan yang dilarang di dalam pasal 45 ayat (3) UU ITE yaitu perbuatan mendistribusikan dokumen/informasi elektronik yang bermuatan penghinaan (pencemaran nama baik) yang merupakan padanan dengan menyiarkan di muka umum yang terdapat di dalam pasal 310 ayat (2) KUHP.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2019 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. (Iskandar)