Aset Terbengkalai Pejabat Bandara dan BMKG Muara Teweh Saling Tuding

TEWENEWS, Muara Teweh – Aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara (Barut) yang dibangun dengan dana ratusan juta rupiah, sampai saat ini terbengkalai. Bahkan, ada yang tidak digunakan sama sekali sejak pertama kali dibangun.

Hal itu membuat sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) angkat bicara dan mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut persoalan tersebut.

” Kami sangat menyayangkan banyaknya aset negara, utamanya milik pemerintah yang tidak terurus itu,” kata Hadi Purnomo di dampinggi Wilem Barus dari LSM Gema Kalteng Muara Teweh yang memantau langsung di lapangan kepada tewenews.com, Kamis (5/9/2019).

Menanggapi hal tersebut Kepala kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Barito Utara  Sudarmono mengatakan, bangunan milik BMKG itu di bangun pada tahun 2011 lalu dan selalu kami rawat, ” Kalau bangunan di sampingnya yang di tumbuhi tumbuhan itu milik Pemkab Barut, kami ada dua bangunan salah satunya gudang untuk Genset yang di bangun pada tahun 2018 lalu,” Katanya di dampinggi Ivan Staf BMKG, di Muara Teweh, Selasa (10/9/2019).

” Untuk jangka pendek bangunan tersebut belum bisa di gunakan, karena bangunannya di atas gunung lebih tinggi dari bandara Muhammad Sidik, karena tidak Efektif, akan tetapi untuk jangka panjang itu pasti akan di gunakan,” paparnya.

Baca Juga :   Menelan Dana Miliaran Bandara HM Sidik Sudah Mulai Rusak

Ivan Staf BMKG turut menjelaskan kepada tewenews.com bahwa bangunan tersebut memang kesalahan Pemkab dan pihak Bandara pada waktu itu Zaman Bupati Yuliansyah lalu, yang mendesak ada pembangunan gedung BMKG dikarenakan tahun 2013 bandara akan segera beroprasi,

” Untuk pembangunan gedung itu kami BMKG saat itu tidak di libatkan sama sekali dalam merencanakan pembangunannya bahkan pada saat itu bangunan BMKG tidak masuk dalam masterpland bandara Trinsing, ” ungkap Ivan.

Terpisah pihak Bandara Muara Teweh mengatakan pihaknya telah menerima hibah tanah sebanyak dua hektar dari pemkab Barut pada tahun 2016 lalu.

” Penyerahan hibah tanah oleh pemkab Barut ke pihak Bandara tidak termasuk tiga bangunan yang dua diantaranya milik BMKG itu, jadi kami bingung kenapa kami disalahkan dalam melakukan perencanaannya,” ujar Mamad.AS mewakili Kepala Bandara Muara Teweh.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: