Ayah Biadab Peragakan 50 Adegan Pembunuhan Tiga Bayi

TEWENEWS, Puruk Cahu – Masih ingat dengan RB (43),  ayah biadab yang tega membunuh 2 bayi di Desa Batu Karang, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya (Mura) beberapa waktu lalu.

Proses hukumannya kini masih berjalan, dalam rangka melengkapi proses penyidikan maka dilakukan rekonstruksi atau reka ulang.  Sebanyak 50 adegan diperagakan RB, ayah atas kasus pembunuhan terhadap tiga bayi yang tidak berdosa dari darah dagingnya sendiri.

Dua bayi yang dibunuhnya itu merupakan hasil hubungan inses atau hubungan sedarah terlarang tersangka dengan anak kandungnya, almarhum RD.

Dalam rekonstruksi yang digelar di aula Mapolres Mura itu, disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Mura serta menghadirkan mantan istri dan anak bungsu tersangka.

Tersangka tampak lancar meragakan aksi pembunuhan sadisnya kepada anak-anaknya itu, dengan cara dibanting serta melemparnya ke lantai hingga menyebabkan bayi tidak berdosa itu meninggal dunia.

Dari reka ulang itu, yang paling miris ketika tersangka meragakan pembunuhan bayinya yang masih berusia tujuh hari. Tersangka mengaku kesal ketika bayi tersebut terus menangis sehingga membuat dia kesal lalu membunuhnya.

Dari 50 agedan yang diperagakan oleh pelaku, 8 adegan diantaranya cara tersangka membunuh anak pertamanya HY yang masih berusia 2 tahun.

“Dari 50 adegan itu, terdapat delapan adegan saat pelaku membunuh anak pertamanya HY,” kata Kapolres Mura AKBP Dharmeswara Hadi Kuncoro melalui Kasat Reskrim AKP Ronny M Nababan, Kamis (20/2/2020).

Baca Juga :   Puluhan Kader GP Ansor Mura Akan Ikuti Diklatsar Banser di Barito Utara

Menurut Ronny bahwa tersangka dengan santai dan lancar meragakan aksi kejahatan kejamnya itu terhadap anak-anaknya.

Kemudian reka ulang pada tempat kejadi perkara (TKP) kedua, lanjut Ronny tersangka telah memperagakan tindakan persetubuhan dengan anak kandungnya RD sebanyak 12 adegan. Kemudian 14 adegan, saat ROB membunuh balita pertama hasil hubungan Inses.

“Sementara adegan di TKP ketiga, terdapat 16 adegan ketika proses persalinan sampai pembunuhan bayi ketiga hasil hubungan inses tersangka dengan anak kandungnya,,” jelas Kasat.

Ronny menambahkan proses rekontruksi selesai hari itu juga. Seluruh hasil pemeriksaan ini akan mereka limpahkan kepala pihak JPU dari Kejaksaan Negeri Mura.

Saat melancarkan aksi pembunuhannya, tersangka RB diduga masih dalam kondisi waras tanpa ada gangguan kejiwaan dan pengaruh minuman keras.

Terkait hasil pemeriksaan kejiwaan, menurut Ronny, sampai saat ini pihaknya belum menerima hasilnya secara resmi. “Yang jelas untuk dokumen resmi hasil pemeriksaan belum kita terima, namun secara lisan dari dokter kejiwaan mengatakan tidak ada masalah kejiwaan,” ujarnya.

Sementara hasil pemeriksaan forensik, jenazah bayi yang menjadi korban kekerasan mengalami kerusakan pada bagian tengkorak kepala dan rongga dada.

“Hasil forensik terhadap ketiga korban menyatakan faktanya memang mengalami bantingan dan injakan. Sesuai dengan pengaku pelaku yang membanting dan menginjak korbannya,” imbuhnya. (Asmansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: