Balai Penyuluhan Pertanian Lakukan Pengubinan Komoditas Singkong

oleh -38 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Balai penyuluhan pertanian lakukan kegiatan pengubinan komoditas singkong, yang diketahui bahwa tanaman singkong merupakan komoditas unggulan selain padi.

Dari pemaparan yang disampaikan Ketua BPP Paju Epat dalam rilisnya menjelaskan bahwa untuk penanaman hampir merata di seluruh wilayah desa Balawa kecamatan Paju Epat kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah. Meski demikian, banyak petani yang menanam dengan model tumpang sari sehingga ada komoditas singkong ditanam bersama dengan tanaman pangan lainnya seperti padi, kacang atau komoditas perkebunan lainnya.

“Masa tanamnya lebih lama. Jadi, agar tetap produktif dilakukanlah cara penanaman tumpang sari,” ucap petani dan rekan dari badan pusat statistik Bartim, yang di hadiri oleh Very Isa Hatini, S.ST dan Mia, S.ST beserta waga setempat, Sabtu (28/01/2022).

Petani pun optimistis target panen singkong ini bisa terpenuhi dan hasilnya dapat dinikmati para petani. Sama seperti produksi padi yang lumayan baik.

“Untuk singkong saya yakin hasilnya juga akan baik, dan panennya akan berlangsung mulai April hingga Mei 2022,” tutur kelompok tani desa Balawa kecamatan Paju Epat menjelaskan disela-sela kegiatan.

Lebih lanjut dikatakannya, usai panen singkong ini, para petani akan mulai mempersiapkan untuk masa tanam pertama di awal musim hujan, terangnya.

“Siklusnya di Gunungkidul, masa tanam pertama didominasi padi. Sedangkan untuk masa tanam kedua dan ketiga, padi tak lagi dominan karena petani banyak yang memilih tanaman lain seperti kacang, jagung, kedelai hingga singkong,” jelasnya.

Salah seorang petani asal Bulurejo, Kapanewon Semin, Basar mengatakan sudah mulai memanen singkong yang ditanamnya, sejak awal tahun. Menurut dia, masa pemeliharaan singkong sekitar delapan bulan sehingga lahan yang dimiliki tidak hanya ditanami satu jenis tanaman.

“Saya gunakan model tumpang sari. Selain singkong yang ditanam, ada juga tanaman lain seperti kedelai dan kacang,” ungkapnya.

Basar mengakui dengan model tumpang sari, maka petani bisa tetap produksi, sambil menunggu singkong yang ditanam bisa dipanen.

“Ya kalau hanya singkong saja, pasti akan rugi karena waktu tanamnya lama,” pungkasnya.(Ahmad Fahrizali)