Bangun Gedung Budidaya Burung Walet, untuk Biaya Kegiatan LPTQ dan Pesparawi

TEWENEWS, Muara Teweh –  Potensi budidaya burung walet menjadi inspirasi Camat Teweh Timur, untuk mendukung pengembangan keagamaan di kecamatan setempat. Tak tanggung-tanggu, dua bangunan budidaya burung walet didirikan sekaligus dengan dana secara swadaya.

“Pembangunan sudah dimulai 19 Juli 2019, dengan target penyelesaian paling molor 1 Januari 2020. Bangunan memanfaatkan lahan tanah milik warga, yang diserahkan secara cuma-cuma. Demikian dana untuk pembangunan budidaya, kita dapatkan dari sumbangan warga,” ungkap Camat Teweh Timur, Sudiyono, Selasa (20/08/2019).

Gedung atau tempat budidaya burung walet dibangun dua unit, dengan pengelolaan dilakukan oleh masing-masing organisasi keagamaan, yakni LPTQ Teweh Timur dan pengurus Gereja Epanglis Kalimantan resort Sei Tewe. Bangunan dikelola pihak LPTQ berukuran 8 x 8 meter. Sedangkan bangunan sarang walet untuk dikelola pengurus Gereja berukuran 6 x 8 meter.

Baca Juga :   Jadi Tuan Rumah Pesparawi Tingkat Kabupaten, Desa Bukit Sawit Terus Berbenah

Dua bangunan budidaya sarang walet tersebut memanfàatkan tanah hibah warga di Jalan Poros dekat kantor PLN Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng. Dana dari pengelolaan tempat budidaya sarang walet itu, untuk membantu pembiayaan secara mandiri seluruh kegiatan LPTQ Teweh Timur dan kegiatan Pesparawi Teweh Timur.

“Kami bangga, warga Teweh Timur memiliki kepedulian sosial sangat tinggi. Dana semuanya bersumber dari kantong pribadi pengusaha dan tokoh masyarakat Benangin. Tidak termasuk sumbangnan masing-masing 200 sak semen dari bupati dan wakil bupati Barut”, kata Sudiyono. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian
%d blogger menyukai ini: