Bantuan Keluarga Miskin “Disunat”, Baget Rp 450ribu Ditukar 2 Sak Beras, 100 Telor dan 2 Buah Aple

oleh -153 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Program Keluarga Harapan (PKH) kembali digulirkan. Sayangnya, penyaluran dana bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Lemo, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, justru menyulut “emosi” sejumlah warga.

Warga kesal, bahan pokok yang mereka terima dari agen penyalur, tidak sesuai dengan nilai nominal uang saldo rekening bank. Di Barut sendiri, besaran dana PKH sekitar Rp.450 ribu per-orang. Tapi oleh pihak agen, warga hanya menerima dua sak beras isi 5 kilogram, telor satu rak  dan dua biji buab Aple.

“Kami sudah hitung, nilai barang diserahkan pihak agen penyalur, Beras @Rp.75 ribu X 2 sak = Rp.150 ribu. Telor satu rak 100 biji X @Rp.550= Rp. 55 ribu. Buah Aple @Rp.15 ribu X 2 biji = Rp. 30 ribu. Total Rp. 235 ribu,” ungkap seorang penerima dana PKH, dirahasiakan identitasnya, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga :   Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Katingan Hilir Dialogis Dengan Security Bank

Sumber lain di desa setempat menambahkan, sejauh ini banyak warga penerima dana PKH dihadapkan dalam posisi sulit, saat mengurus pencairan dana. Kadang-kadang pihak agen meminta sendiri kartu ATM milik keluarga miskin penerima PKH. Bahkan ada yang diminta (PIN) oleh Agen, padahal itu rahasia nasabah bank.

Ironisnya, banyak warga yang dalam keterbatasan pengetahuan soal PKH dan mekanisme penyaluran, yang tidak mengerti kelebihan dana miliknya setelah dicairkan lewat ATM. Karena yang memproses pihak Agen, setelah saldo ditarik seluruhnya kurang lebih Rp.450 ribu, lalu uang tunai diambil agen, diganti dengan barang kebutuhan pokok.

“Dana memang harus dicairkan seluruhnya, setiap disalurkan ke rekening penerima PKH. Permasalahanya, masa uang ditarik semuanya Rp.450 ribu, tak ada kembalianya atau kelebihanya. Dimana uang itu diganti dgn 2 sak beras, satu rak telpr dan dua biji aple. Benarkan barang itu totalnya Rp.450 ribu. Harusnya kalau memang ada lebihnya, dikasih lah pemilik dananya,” keluh warga Lemo, lainya.

Baca Juga :   Di Lemo II Sedia Jalan Poros dan Jalan Lingkar dari Manfaat Dana Desa

Namun pihak agen di Desa Lemo, belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan warga. Saat ditemui, rumah sedang tidak ada orangnya. Klarifikasi sempat dilakukan ke WA Sekdes Lemo-2, Edy Suriadi. Dia membenarkan Agen memang ditunjuk, agar uang tunai diganti dgn bahan kebutuhan pokok. Agen penukaran barang bagi penerima PKH di Desa Lemo, di RT.02.

Ditempat terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Barito Utara, Eveready Noor, menegaskan, tujuan PKH untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat. Bantuan PKH bisa berupa uang, barang atau jasa kepada seseorang keluarga, kelompok atau masyarakat miskin. Keluarga tidak mampu atau rentan terhadap resiko sosial dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

Di Barut, Kalimantan Tengah, sendiri, penerima program keluarga harapan ditetapkan bertambah sebanyak 1.360 keluarga penerima manfaat. Mereka tergolong tidak mampu tersebar di sembilan kecamatan. Bertambahnya penerima PKH, sehingga total menjadi 2.935 PKM. Saat awal program digulirkan, penerima program ini sebanyak 1.575 PKM. Hanya diberikan pada warga di tujuh kecamatan dan tahun ini bertambah hingga diberikan pada warga di sembilan kecamatan.

Baca Juga :   Polsek Mantangai Berikan Sosialisasi Ilegal Mining Kepada Masyarakat

Fery menjelaskan, pada PKH tahun lalu pada tujuh kecamatan yakni Kecamatan Teweh Tengah, Teweh Baru, Teweh Selatan, Teweh Timur, Gunung Purei, Gunung Timang dan Montallat sedangkan dua kecamatan lainnya Kecamatan Lahei dan Lahei Barat saat itu warganya belum terdaftar sebagai penerima PKH.

“PKH di Barut didampingi pendamping 22 orang tersebar di sembilan kecamatan. Saat ini petugas yang melakukan pendampingan terkendala curah hujan yang tinggi. Sehingga akses menuju desa agak terhambat,” jelas Everedy. (Tim)