Bawa Dua Paket Besar Sabu Dalam Avanza Tiga Lelaki Asal Banjarmasin Diringkus Polisi di Bartim

oleh -236 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Pesek Dusun Tengah PolresAvanzao Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah amankan 2 paket besar sabu-sabu seberat 9,24 gram dari tiga orang pemain sabu asal Banjarmasin Kalimantan Selatan dimobil Toyota Avanza di wilayah Desa Simpang Naneng kecamatan Karusen Janang Bartim.

Kapolsek Dusun Tengah Iptu Nur Herianto Hidayat mengatakan “Penangkapan ketiga lelaki MH (44) tahun, DI (43) tahun, AS (38) tahun bermula pada jumat tanggal 27 desember 2019 sekitar jam 21.30 Wib anggota unit reskrim Polsek Dusun Tengah mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada satu unit mobil Toyota Avanza berwarna putih dengan nopol DA 1371 CR yang mencurigakan berhenti cukup lama dibahu jalan Ampah – Tamiang Layang”, ucap Herianto.

Lokasi tepatnya di desa Simpang Naneng kecamatan Karusen Janang, setelah mendapat informasi tersebut anggota unit Reskrim Polsek Dusun Tengah langsung menuju ketempat mobil terparkir.

Menurut Kapolsek, setibanya dilokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang berada didalam mobil sebanyak tiga orang, kerena pada saat dilakukan pemeriksaan orang yang berada didalam mobil menunjukan gelagat yang mencurigakan, maka anggota unit Reskrim Polsek Dusun Tengah melakukan penggeledahan badan dan mobil.

“Pada saat melakukan penggeledahan didalam mobil tepatnya disela – sela antara jok sopir dan penumpang depan, anggota menemukan dua paket besar yang berisikan kristal berwarna putih yang diduga narkotika gol I sabu-sabu”.

“Selanjutnya ketiga orang tersebut dan barang bukti 2 paket sabu-sabu dengan berat kotor 9,24 gram, uang tunai sebesar 500 ribu rupiah, satu buah timbangan digital berwarna silver dengan merk CAMRY, 50 pcs plastik klip kecil, dua buah handphon dan satu unit mobil Toyota Avanza berwarna putih dengan nomor polisi DA 1371 CR, di bawa ke Polsek Dusun Tengah guna proses lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 jo Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika”, pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)