Benarkah Lokalisasi Merong Akan di Tutup Tahun 2019,Ini Jawabannya ?

oleh -205 views

TEWENEWS,Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah terus melakukan upaya untuk menutup lokalisasi yang berada di Km 3,5 Jalan Muara Teweh-Puruk Cahu atau lebih yang lebih di kenal dengan sebutan lembah durian alias Merong dan tahun 2019 lokalisasi tersebut sudah harus di tutup, dan hal ini juga sejalan dengan program dari pemerintah pusat.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Batara Eveready Noor, bahwa sesuai dengan program kementrian Sosial, Indonesia bebas lokalisasi prostitusi tahun 2019 mendatang. Oleh sebab itu mau tidak mau atau suka tidak suka, penutupan tempat lokalisasi prostitusi tersebut tetap akan dilaksanakan.

Baca Juga :   Mantap, Bintang Ninggi II Juara Kedua Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalteng

“Pada penutupan lokalisasi merong ini, tidak langsung ditutup begitu saja, tetapi akan dilakukan persiapan-persiapan terlebih dahulu seperti pendataan, sosialisasi, pendekatan, pembinaan dan lainnya. Sehingga mereka bisa menerima dengan lapang dada, artinya tidak ada keributan dan lainnya,” katanya,Kamis (22/2).

Baca Juga :   Satu Orang Pasien Covid-19 Asal Dusun Timur Sembuh

Dijelaskannya, bahwa pendataan akan mulai dilakukan pihaknya di tahun 2018 ini. nantinya ada tim yang turun akan mendata apa keinginan dari para PSK yang berada di lokalisasi tersebut.

“Umpamanya mereka menginginkan pelatihan keahlian seperti kursus menjahit, salon, kerohanianan nanti akan disediakan,dan bagi yang berniat untuk pulang ke kampung halamannya akan diantar sampai ke Dinas Sosial sesuai asalnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Panti Pijat ‘Plus-Plus’ Menjamur, Camat Bersama Mahasiswa PTIK Gelar Ratas

Diutarakannya pula selain PSK yang perlu pihaknya pikirkan juga adalah para pemilik bangunan yang ada di lokalisasi tersebut, pasca dibubarkannya lokalisasi itu.

“Kita juga perlu memikirkan alternatif bangunan-bangunan wisma yang ada di lokalisasi itu nantinya akan dijadikan apa ,dan ini nantinya akan kita rembukan bersama antara DinsosPMD dengan pemilik wisma dan ketua RT setempat, supaya bangunan yang ada masih dapat digunakan,” pungkasnya(as)