Bibit Sawit Palsu, Rugikan Petani Desa Pandran Permai

oleh -882 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Pengadaan Bibit Sawit yang dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tahun 2019-2020 di Desa Pandran Permai, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, ternyata membuat petani rugi. Pasalnya para Petani menerima bibit sawit palsu, alias tak bersertifikat.

Proyek peremajaan sawit, seharusnya menguntungkan para kelompok petani  yang tergabung di Koperasi Soloi Bersama. Tapi pada kenyataanya membuat mereka rugi karena menerima bibit yang tidak bersertifikat.

Diketahui, Pada hari Kamis (18/11) lalu, pihak Kejaksaan Negri Muara Teweh, telah meminta keterangan puluhan anggota kelompok tani Solai Bersama sebagai saksi di kantor Desa setempat.

Baca Juga :   Semrawut Program PSR di Desa Pandran Permai, Syahmiludin: Program Jalan Terus

Informasi lain ternyata Kejaksaan Negri Barito Utara juga sudah meminta keterangan dari Direktur CV. Mahkota Bumi, Gun Srisiswanto, sebagai perusahaan pemegang kontrak dengan Koperasi Soloi Bersama untuk pengadaan bibit sawit bersertifikat.

Saat di kunjunggi wartawan dikediamannya Gun Srisiswanto, membenarkan dirinya telah dua kali dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai penyedia bibit sawit.

” Memang benar Perusahaan kami pada tahun 2019-2020 lalu ada kontrak dengan Koprasi Soloi Bersama. Perusahaan kami adalah penyedia bibit bersertifikasi, Kontrak dalam jangka waktu dua tahun kerjasama untuk empat koperasi di Barut total pengadaan bibit sebanyak 185 ribu,” kata Gun Srisiswanto, Minggu (21/11/2021).

Baca Juga :   Ketua PKN Way Kanan Menanggapi Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan LAPEN

Lanjut Gun Srisiswanto, kontrak dengan koperasi Soloi Bersama sebanyak 63 ribu bibit sawit. Pada tahun 2019 sebelum kontrak, kami sudah ada bibit sawit sebanyak 80 ribu yang berserifikasi.

” Kasus ini mulai mencuat saat ada anggota kelompok tani anggota koperasi Soloi Bersama yang nyeletuk, kenapa bibit sawit beda. Ya kami sebagai penyedia bibit ngak tau, karena kami belum ada menyalurkan bibit ke Koperasi Soloi Bersama dan waktu itu kontrak masih berjalan tiga bulan,” jelas Gun Srisiswanto.

Mengetahui hal itu dilakukan konfirmasi kepada Balai Provinsi yang melakukan sertifikasi bibit, lalu ditindak lanjuti dengan croscek dan evaluasi lapangan.

Baca Juga :   Aseeek,Janda dan Duda itu Akhirnya Berdamai

” Hasilnya ditemukan bibit yang ditanam oleh kelompok Tani Soloi Bersama tidak bersertifikat, sehingga Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng memerintahkan supaya bibit tersebut dimusnahkan paling lambat sampai bulan Februari 2020, namun sampai waktu yang diberikan bibit yang sudah terlanjur ditanam itu tidak juga dimusnahkan oleh kelompok Tani Soloi Bersama.

Disinyalir bibit sawit yang di terima oleh kelompok tani Koperasi Soloi Bersama berasal dari perusahaan perkebunan kelapa sawit PT.SAL dan diduga diketahui oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Barito Utara..(Tim)