BKPSDM Bartim Laksanakan Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah Bagi PNS

oleh -45 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kemampuan serta prestasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Kalimantan Tengah, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng, menyelenggarakan Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (UKPPI) tahun 2021 bagi PNS yang telah memperoleh Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) atau Ijazah.

Untuk PNS yang beasal dari Kabupaten Barito Timur (Bartim) ujian difasilitasi oleh Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat di Gedung Aula BKPSDM Kabupaten Barito Timur, Selasa 15 Juni 2021.

Baca Juga :   Kanit Provos Polsek Kahayan Tengah Terapkan Protokol Kesehatan

Kepala BKPSDM Kabupaten Barito Timur Jhon Wahyudi, AP, M.Si melalui Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur Enrico Median Toni, S.Kom, MM menjelaskan bahwa ujian dilakukan untuk meningkatkan kompetensi, kemampuan dan prestasi PNS yang memiliki ijazah.

Baca Juga :   DPRD Bartim Harapkan KNPI Bersama Membangun Daerah

“Ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah tahun 2021 bagi PNS yang telah memperoleh Surat Tanda Tamat Belajar Ijazah, ujian menggunakan sistem CAT, dilakukan daring/online dan mengedepankan prinsif obyektif dan transparan”, jelas Enrico.

Ditambahkan oleh Kabid Pengembangan Kompetesi dan Penilaian Kinerja Aparatur bahwa ujian ini berlangsung selama 1 (satu) hari terbagi dari dua sesi ujian dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.

Baca Juga :   Bupati Bartim Harapkan 544 Pejabat yang Baru Dilantik dan Dikukuhkan Dapat Bekerja Optimal

“Ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah ini dilaksanakan mulai jam 08.00 s/d 15.00 wib, terbagi menjadi 2 (dua) sesi ujian, jumlah peserta 30 orang terdiri dari ijazah S2 1 orang, ijazah S1 27 orang, dan ijazah Paket C 2 orang”, ungkapnya.

Pelaksanaan ujian ini juga mengikuti prorokol kesehatan covid-19 dan panitia mewajibkan peserta membawa hasil swab anti gen dengan hasil negatif covid-19. (Ahmad Fahrizali/amp/pikp).