BLT “Koyak” Rasa Keadilan Kaum Miskin

oleh -59 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Beberapa minggu terakhir ini Ibu Jumiati, (50), warga Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara (Barut), Provinsi Kalimantan Tengah, mendadak viral di media sosial facebook.

Namanya kian jadi perhatian publik, tatkala celotehannya soal istri Ketua BPD tercatat sebagai salah seorang penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) terbukti. Meski akhirnya nama istri ketua BPD Sikui, dianulir.

“Saya harus berani, saya bagian dari korban kebijakan penerima BLT-DD di Sikui. Terima kasih suara saya didengar, nama istri ketua BPD telah dicabut. Ini bukti yang saya ungkap tidak hoax”, ungkap Jumiati, Minggu (31/5/2020).

Menariknya, Jumiati, bukanlah seorang kaya raya yang memiliki pengaruh luar biasa di desanya. Dia juga bukan kader partai atau seorang politikus. Bukan pula pegiat atau aktivis lembaga swadaya masyarakat.

Baca Juga :   Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, Satpolair Polres Kapuas Berikan Sosialisasi Kepada Masyarakat

Saat tewenews.com menyambangi dia di komplek sekolah menengah atas Desa Sikui, tak sedikitpun terliat kesan mewah dalam rumahnya. Justru pemandangan miris terlihat. Karena rumah dinding kayu bekas miliknya bahkan tak memiliki ruang tamu.

Bahkan antara ruang keluarga tempat dia menerima tamu, hanya dipisah skat pintu masuk dengan dapur dan kamar tidur. Karenanya jadilah sambil berbincang dengan tewenews.com, orang yang ada dalam kamar dan perabotan dapur terlihat jelas.

Tanah tempat berdiri rumah yang ibu Jumiati tempati sebenarnya milik sekolah. Selain itu dinding rumahnya bukan bahan baru, melainkan papan dan balok dari bekas camp sebuah perusahaan HPH. MCK tak ada, mereka memanfaatkan juga milik sekolahan.

Kriteria penerima program BLT-DD sebenarnya layak bagi keluarga ini. Terlepas dirinya tercatat sebagai pegawai kontrak tidak tetap sekolahan di desa itu. Apalagi gaji yang diterimanya hanya berkisar Rp 750 ribu perbulan.

Baca Juga :   Eksotis, Warga Penerima BLT di Barut Punya Sarang Walet, Miliki Mobil

Karena itu, keberaniannya membeberkan ketidaklayakan para penerima BLT-DD di Sikui, tak saja mencengangkan. Tapi juga menaru. simpati banyak pihak. Meski perjuangannya tidak semuanya terkabulkan.

Jumiati merasa rasa keadilan terkoyak oleh masih tetapnya para orang yang dianggapnya mampu tapi tak dicabut dari daftar penerima BLT-DD. Dia berharap pejabat Pemkab Barut lebih peka, karena dirinya juga bagian dari warga yang mengalami tenakan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

” Saya orang miskin tapi dianggap mampu hanya karena ada SK PTT. Padahal apa bedanya dengan yang PTT tetap masuk daftar. Orang punya mobil punya sarang walet juga terima BLT-DD. Mereka kehidupannya lebih mampu dari saya”, ucap Jumiati lirih.

Baca Juga :   Aiptu Anjung HT Berikan Sosialisasi Saber Pungli Di Wilkum Polsek Timpah

Berbeda dengan Jumiati membuka diri kepada media perihal masalah yang menjadi ganjalan hatinya, justru pihak Pemdes Sikui menghindar melakukan klarifikasi. Baik Kades maupun Sekdes Sikui, menurut pihak keluarga sedang tak berada ditempat.

Hanya saja sebelumnya Kades Sikui Safarani sempat beralasan, atas nama PTT bisa menerima karena hanya pengangkatan melalui SK Kepsek. Demikian halnya mereka yang memiliki rumah budidaya sarang walet dan pemilik mobil, tetap terdaftar penerima BLT-DD karena sejauh ini tak ada pekerjaan. (Tim)