Bukit Rawi Banjir, Meski Sabar Asal Sampai Ke Tujuan

oleh -1.634 views

TEWENEWS, Pulang Pisau – Ruas Jalan yang tergenang banjir di Desa Penda Barania (Bukit Rawi)  Kecamatan, Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah menyebabkan puluhan bahkan ratusan mobil serta pengendara roda dua menjadi macet, Sabtu (3/4/2021) sore.

 

Pantauan media tewenews.com saat di lokasi banjir tampak terlihat petugas proyek serta warga yang memandu masyarakat yang ingin melintas agar tidak terjebak kedalam jalan yang berlubang dan juga masyarakat pengendara roda dua tampaknya memilih menggunakan perahu (Getek_red) milik warga agar mempercepat sampai ketempat dataran yang lebih tinggi.

 

Para penyedia jasa angkutan air (Getek_red) saat membawa kendaraan roda dua dan warga untuk menyebrangi banjir di Bukit Rawi, Kalteng, sabtu (3/4).

“Sudah dua hari banjir ini pak, sekitar selutut genangan airnya,”ujar Ibu yanice seorang pemandu jalan.

 

Ruhui Pintano pengendara roda 4 saat di wawancarai media ini yang mana diketahui ia adalah Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Daerah (LP2D) Barito Selatan juga mengungkapkan bahwa dirinya meski bersabar karena terjebak kemacetan ruas jalan yang mengalami banjir ini.

 

Baca Juga :   Bhabinkamtibmas Polsek Lamandau Ikut Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19 dan Prokes

“Hampir setengah jam saya mengantri bersama pengguna jalan lainnya yang melintasi jalan ini, ruas jalan di perkirakan hampir 2 Km mengalami kebanjiran terjadinya kemacetan di karenakan ada beberapa titik jalan yang berlubang sehingga pengendara lainnya dibantu pemandu agar tidak terperosok masuk kedalam lubang yang dalam itu,” ujarnya.

 

pada Jum’at (2/4) kemarin, Seperti terpantau di lapangan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah H. Shalahuddin, bersama Penanggung jawab Pelaksana Kegiatan (PPK) Wilayah 3 balai kecil pelaksanaan jalan nasional Provinsi Kalteng, Ilham, turun kelapangan, memantau kondisi banjir.

 

Shalahuddin menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan dan menyiagakan alat berat serta menurunkan tim melakukan pemantauan kondisi banjir yang menggenang di ruas jalan Provinsi. Hal tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah Bukit Rawi, namun juga dilakukan di berbagai wilayah yang berpotensi banjir, untuk dapat membantu dan mengantisipasi aktivitas warga agar tidak terganggu.

 

“Kami melakukan koordinasi dengan pihak Balai, untuk melakukan kesiap siagaan baik alat berat dan tim, untuk memantau kondisi ruas jalan untuk dapat diantisipasi guna membantu aktivitas masyarakat. Saat ini selain sudah memasang garis pembatas di titik banjir terdalam dan jalan yang rusak, juga pihak balai menurunkan tim untuk melakukan pemantauan jalur jalan dan pengaturan bertahap. Kami apresiasi,” katanya, Jum’at (2/4).

Baca Juga :   Polsek Arsel Patroli Dan Laksanakan Pengamanan Pemilihan Ketua RT

 

Dijelaskannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak balai, agar dapat melakukan percepatan penanganan jalan yang rusak, jika kondisi banjir telah surut.

 

Untuk itu dirinya berharap, kondisi banjir yang mengganggu pengguna jalan tersebut dapat segera berakhir serta pihaknya optimistis tahun 2022 jembatan layang sepanjang hampir tiga kilometer lebih itu sudah rampung dikerjakan oleh Kementrian PUPR dan dapat digunakan.

 

“Koordinasi Pak Gubernur Sugianto Sabran, dengan Pemerintah Pusat dan Kementrian PUPR selama ini terus berjalan sehingga di ruas jalan ini dibuat jalan layang, agar masyarakat terhindar dari banjir setiap air naik. Upaya-upaya saat ini terus kita koordinasi bersama-sama dengan pihak balai untuk mengantisipasi potensi banjir guna membantu kenyamanan masyarakat. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dilalui saat jembatan layang ini selesai,” ucapnya.

 

Sementara itu, PPK Wilayah 3 balai kecil pelaksanaan jalan nasional Kementrian PUPR di Provisi Kalteng, Ilham mengatakan, berdasarkan program, pengerjaan jembatan layang tersebut masuk dalam multi years dan akan selesai pada tahun 2022.

Baca Juga :   Jelang Pilkada 2020, Polres Barut Gelar Rakor Lintas Sektoral Secara Virtual  

 

Saat ini lanjutnya, proses pengerjaan terus dilakukan dan dalam tahap pengerjaan tiang pancang dan peletakan bagian jalan layang dengan panjang total sekitar 3,1 kilometer. Sementara, untuk yang telah terpancang sekitar 1,3 kilometer dan bangunan atas sudah mencapai 200 meter.

 

“Saat ini pelaksanaan pekerjaan jembatan layang sudah enam bulan dari target 22 bulan, dan sudah terpancang bagian bawah 1,3 kilometer dan bagian atas 200 meter,” ujarnya.

 

Guna menangani kondisi banjir di ruas Bukit Rawi, selain berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kalteng, Ilham menambahkan, pihaknya juga melakukan tahapan penjagaan jalur secara bergantian hingga pemasangan garis pembatas dan kesiapan alat berat untuk membantu warga.

 

“Nantinya apabila sudah mulai surut, kami sudah gerak cepat untuk rekondisi jalan, seperti mengupayakan menggunakan agregat atau pengaspalan bertahap di bagian jalan yang rusak dan bahu jalan sehingga dapat dijalani dengan baik kembali. Biasanya setelah banjir, ada ruas jalan yang hancur jadi itu yang cepat kita lakukan rekondisi,” pungkasnya. (Iskandar/Itulah.com)