Bupati Barut Setujui Metode Belajar Tatap Muka Namun Harus Terapkan Protokol Kesehatan

oleh -379 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) menyetujui sekolah melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar (PBM) dengan metode tatap muka. Persetujuan dari pemerintah daerah tersebut berdasarkan Surat Nomor : 420/108/Disdik.2021 tanggal 6 Januari 2021 dan ditandatangani oleh Bupati Barito Utara H Nadalsyah.

Dilaksanakannya proses belajar mengajar (PBM) dengan metode tatap muka ini tetap memperhatikan dan memprioritaskan protokol kesehatan serta keselamatan peserta didik, tenaga pendidik dan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Hery Jhon Setiawan mengatakan persetujuan PBM tatap muka sudah terbit dari pemerintah daerah, namun kita masih menunggu rekomendasi dari Satuan Tugas COVID-19 Kabupaten Barito Utara.

Baca Juga :   Polsek Mantangai Berikan Sosialisasi Saber Pungli Kepada Masyarakat

Saat ini, kata Jhon Setiawan, ada 108 SD dan SMP di Kabupaten Barito Utara yang sudah siap dan sudah diajukan ke Satgas COVID-19 Barito Utara untuk mendapat rekomendasi PBM tatap muka.

“Untuk kesiapan belajar tatap muka, tergantung masing-masing kesiapan sekolah yang memenuhi syarat sesuai yang sudah kami sampaikan termasuk memprioritaskan protokol kesehatan,” katanya.

Menurutnya, kegiatan belajar tatap muka tersebut dilakukan dengan ketentuan antara lain mendapat izin  dari orang tua peserta didik melalui komite sekolah.

Baca Juga :   Giat Sosialisasi Karhutla dan Penempelan Maklumat di Tempat Umum oleh Personil Polsek Selat

Kemudian kesiapan satuan pendidikan penerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker bagi guru dan pelajar, menyediakan  tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, jaga jarak, tidak berjabat tangan (salam-salaman), dan selalu menjaga  kebersihan lingkungan sekolah.

“Bagi sekolah yang jumlah peserta didiknya melebihi 50 persen kapasitas, diatur menggunakan sistem shif atau bergiliran menyesuaikan kemampuan  dan kesiapan masing-masing satuan pendidikan,” kata dia.

Ia menjelaskan, sekolah yang melaksanakan belajar tatap muka  diperkenankan memilih salah satu kurikulum pendidikan yaitu kurikulum standar (normal), kurikulum darurat atau kurikulum yang disederhanakan secara mandiri oleh masing-masing satuan pendidikan.

Baca Juga :   Cari Penyebab Kelangkaan Gas elpiji 3 Kilo Gram, Disdagrin Turunkan Petugas

Bagi sekolah yang belum siap melaksanakan protokol kesehatan, walaupun di desa atau daerah yang dianggap aman, tidak diwajibkan untuk untuk menyelenggarkan belajar tatap muka.

“Sekolah yang telah melaksanakan belajar tatap muka, apabila sewaktu-waktu terjadi penularan  atau ada warga sekolah yang terkonfirmasi positif di sekolahnya, maka secara otomatis harus kembali melakukan proses belajar dan mengajar dari rumah baik secara daring atau luring,” pungkasnya.

(TWN2/Tim)