Bupati Murung Raya Lantik 129 Anggota BPD, dan satu Kades PAW

oleh -39 views

TEWENEWS, Puruk Cahu – berlansung di aula gedung pertemuan tira tangka balang murung raya, Bupati Mura Perdi M Yoseph mengambilan sumpah atau janji 129 orang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 25 Desa pada 5 (lima) Kecamatan di Kabupaten Murung Raya untuk periode tahun 2020-2026, dan kepala desa Penganti Antar Waktu (PAW) Desa Tumbang Bauh, Selasa (3/3).

Bupati mengatakan, pada beberapa waktu yang lalu, Kabupaten Murung Raya mendapatkan satu musibah, terjadinya insiden kecelakaan terhadap salah satu Kepala Desa, yaitu Kepala Desa Tumbang Bauh yang mengakibatkan Alm Riko meninggal dunia.

Tentunya Pemerintah Kabupaten Mura merasa kehilangan atas kepergiannya, dan pada kesempatan ini pula atas nama pemerintah Kabupaten Murung Raya Bupati Perdie menyampaikan penghargaan dan rasa terimakasih yang setinggi-tingginya atas sumbangsih dan perjuangan beliau untuk turut serta dalam memajukan Desa Tumbang Bauh secara khusus dan Kabupaten Murung Raya secara umumnya.

Baca Juga :   Bripka Kiriswsnto Personil Polsek Murung, Solisaikan Prokes Covit 19 di Kantor Desa Muara Jaan

Berkenaan dengan hal tersebut, kata dia, dengan merujuk pada Permendagri Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Kepala Desa, untuk melaksanakan proses pemerintahan di Desa Tumbang Bauh perlu di lantiknya Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) yang melanjutkan masa jabatan dari Kepala Desa defenitif sampai dengan tahun 2023.

Baca Juga :   Anggota Polsek Tanah Siang, Terus Himbau Warga Patuhi Prokes

Menurut Perdie, tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh seorang Kepala Desa (Kades) cukup berat namun mulia, sebagai bentuk pengabdian kepada desa serta bangsa dan negara, dan hal ini tidak mungkin akan dilaksanakan sendiri, tanpa bantuan pihak lain dalam hal ini adalah BPD dan masyarakat desa itu sendiri.

“Jabatan tersebut merupakan suatu amanah dari masyarakat yang harus dijalankan oleh Kades, agar terselenggaranya pemerintahan desa yang baik, maka sudah saatnya seluruh warga masyarakat desa berpartisipasi aktif dengan menciptakan situasi yang aman dan kondusif untuk membantu Kades dan perangkatnya di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,” terang Perdie.

Baca Juga :   Update! Bertambah Tiga orang PDP Terkonfirmasi Positif di Mura

itu, dengan terjalinnya hubungan dan interaksi sosial yang harmonis dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Yang tidak kalah pentingnya, ungkapnya, dalam proses menuju kesejahteraan masyarakat di desa adalah kelembagaan BPD. Pembentukan BPD merupakan amanah Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menyebutkan bahwa BPD berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.

“Hal tersebut mengisyaratkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan desa harus didukung sepenuhnya oleh pemerintah desa yang terdiri dari Kepala Desa dan perangkatnya serta BPD. Kedua institusi ini merupakan satu kesatuan yang bertanggungjawab atas penyelenggaraan pemerintahan desa,” tutupnya. (Asmansyah)