Cabuli 15 Anak Didiknya, Guru Ngaji Dicokok Polisi

TEWENEWS, Marabahan – Kasus pencabulan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Barito Kuala. Sang pelaku pencabulanpun seorang oknum guru honorer dicokok polisi.

Pelaku adalah seorang oknum guru honorer di Kecamatan Tamban berinisial S jadi tahanan Polres Barito Kuala disebabkan perkara dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap anak didiknya sebanyak 15 orang.

Pelaku S yang sudah berusia 50 tahun itu merupakan guru di salah satu sekolah Kecamatan Tamban dan segera diamankan dan Satuan Reserse Kriminal (Satres) Polres Barito Kuala pada Sabtu lalu (15/11/2019).
Pihak kepolisian segera bergerak menangkap pelaku S setelah menerima laporan orang tua dari dua korban anak pencabulan yang terjadi pada 12 November lalu.

Lelaki parubaya yang sudah beristri dan mempunyai anak dua tersebut sebelumnya sempat melarikan diri ke Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Namun, pelarian nya itu, gagal setelah aparat berhasil mengendus pelariannya dan dicokok di Jawa Timur.

Kapolres Barito Kuala AKBP Bagus Suseno dalam jumpa pers mengatakan bahwa ada 13 anak yang menjadi korban, kemudian ditambah lagi dua orang yang usianya sudah dewasa.

Baca Juga :   Bejat!!! Lelaki Paruh Baya Ini Tega Cabuli Anak Umur 11 Tahun

“Setelah kita menerima laporan pelaku ini sudah kabur, kita selidiki ternyata berada di Jawa,” tandas Bagus Suseno dalam jumpa pers yang juga menghadirkan pelaku, Senin (18/11/2019).

Dihadapan polisi dan wartawan S beralasan bahwa perbuatan yang dilakukannya itu atas dasar sama suka. Modusnya dilakukan di rumah pelaku usai menggelar pengajian.

Menurut S mereka tidur sama-sama, kemudian pegang kemaluannya dan tidak ada unsur paksakan.

“Jadi tidak ada istilah memaksa dan sebagainya gak ada, kami melakukan sama-sama aja gitu,” beber S membela diri.

Sementara itu polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya minyak urut dan pakaian pelaku. Belakangan diketahui, minyak urut jenis zaitun digunakan pelaku untuk melakukan tindakan asusila, kepada para korban.

Atas kasus pencabulan ini ,untuk proses selanjutnya polisi akan menjerat S dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(Sofyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: