Cegah Premanisme, Puluhan Warga Diamankan Polda Kalteng

oleh -8 views
Puluhan Warga Tak Miliki Identitas Diamankan Polda Kalteng

Tewenews – Palangkaraya, Polda kalteng kembali melaksanakan Press realease terkait Operasi pemberantasan kejahatan Premanisme, kejahatan meresahkan masyarakat dan kejahatan konvensional dalam menghadapi natal dan tahun baru 2018 di wilayah hukum polda kalteng.

Kapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Anang Revandoko melalui Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Drs. Ig Agung Prasetyo SH,MH Dalam press release di halaman Ditreskrimum Polda Kalteng pada sabtu (23/12/17) mengatakan, dalam giat cipta kondisi, Polda Kalteng berhasil meringkus 42 orang yang diantaranya tidak memiliki identitas jelas, termasuk 2 orang sebagai bandar atau pengedar obat Zenit.

Baca Juga :   Pendistribusian Bansos Bencana Banjir Polres Kotim Di 3 Desa Terpencil

Dari hasil giat cipta kondisi, polda kalteng berhasil juga mengamankan barang bukti berupa 54 butir obat Zenit, Uang Tunai Rp 940.000, senjata tajam 3 buah, Minuman keras 4 botol dan Hanphone 3 buah.

Kendatipun demikian Polda kalteng hanya memberikan tindakan pendataan serta memberikan himbauan dan dikembalikan kepada keluarga kemudian akan dikordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi kalimantan tengah.

Baca Juga :   Musyawarah Desa Bapinang Hulu, Wakapolsek Imbau Transparansi

Untuk 2 orang bandar atau pengedar obat zenit akan dilimpahkan ke Ditresnarkoba Polda kalteng untuk di tindak lanjuti lebih lanjut guna proses hukum yang berlaku.

“Kita amankan 2 orang pengedar obat-obatan terlarang, adapun modusnya, mereka melakukan penjualan melalui handphone, dan bertransaski dijalanan,” beber Agung.

Baca Juga :   Polsek Tapung Hulu Tangkap Dua Pelaku Pencurian

Lanjut agung, pihaknya juga melakukan operasi giat cipkon di beberapa tempat yang berbeda. “Kita melakukan penangkapan ini di tempat yang berbeda, ada di tempat parkir, ada ditaman-taman, ada juga di tempat hiburan malam, yang mana modusnya ngamen dan juga sebagai tukang parkir, akan tetapi mereka melakukan tindakan meresahkan masyarakat dengan meminta uang kepada masyarakat yang sifatnya memaksa,”terangnya. (Red)