Cekcok Rumah Tangga Diduga Suami Bakar Isteri

136

TEWENEWS, Tanah Laut – Emosi yang berlebihan dari suami yang berujung pada tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terjadi dan di duga berujung pada pembakaran kepada isteri oleh sang suaminya. Insiden tersebut terjadi di Desa Telaga Langsat Rt 4 Kecamatan Takisung pada Kamis (29/11/2018) kemarin sekitar pukul 08.00 wita.

Iis Limbong Putri (26) isteri dari M.Khairul di bakar karena awalnya terjadi perang mulut. Luka bakar pun di alami Iis di sekujur tubuhnya, mulai dari punggung, kedua tangannya, dada, wajah sampai leher dan perut sebagian. Kini Iis di rawat di ruang Intan rumah sakit H.Boejasin Pelaihari. Balutan-balutan perban pun menutupi tubuh Iis, hanya pada bagian wajahnya saja tidak di balut perban, akan tetapi kondisi kulitnya sudah berwarna coklat akibat luka bakar.

Iis sendiri punya 1 orang anak kelas 1 SD bernama Raihana Putri Anggraini.
Cerita dari Mardiah ibu kandung Iis, Jum’at (30/11/2018) saat di rumah sakit H.Boejasin Pelaihari menunggu anaknya Iis menuturkan, saat kejadian memang tidak tahu persis, saat itu adik kandung Iis yakni Pahril yang malah berteriak-teriak minta tolong.

“Saat itu saya masih Menurih (menyadap) karet di kebun, dan tetangga memberi kabar kalau Iis terbakar,Iis sendiri merupakan anak satu-satunya,”katanya.

Iis sendiri saat sambil terbaring sedikit bercerita, ia di bakar pakai bensin mesin Sensau (mesin potong kayu), mesin sempat saya angkat namun bensinnya tumpah kebadan maka apipun kembali menyala.

“Saya tidak ada niat untuk bunuh diri, entah saat itu apakah suami mabuk atau apa tidak tahu. Yang di sayangkan tidak ada etikat baik keluarga suami untuk menjenguk ke rumah sakit, tidak ada rasa kepedulian dari suami untuk biaya pengobatan di rumah sakit apalagi kelurganya untuk menjenguk,”keluh Iis.

Iis menambahkan, suami sendiri kadang ngamuk-ngamuk di rumah, barang-barang di rumah di pecah. Suami sendiri kerjanya jual beli kayu arang. Diakui saat saya terbakar suami sempat menolong dan saya pun lari ke tanah yang ada airnya, suami juga sempat panik dan sempat mengangkat tubuh saya. Sebagai seorang isteri hal yang wajar menanyakan uang kepada suami karena untuk kebutuhan sehari-hari, namun malah di nilai matre oleh suami, penghasilan suami dari kerjanya bersih ia dapat sebesar Rp 200ribu

Iis yang tidak sadar serta dalam kondisi luka bakar dan hanya di bungkus dengan kain yang basah saat itu di bawa pihak keluarganya ke Puskesmas Takisung, namun di rujuk ke RS H.Boejasin Pelaihari.

Baca Juga :   Ketagihan Judi "Online" Irfan Maulana Nekat Curi Motor

Iis sendiri juga merupakan guru honor di SMP Negeri 4 Takisung, pulang mengajar ia pun menyadap karet hanya untuk membantu suami dalam penghasilan di rumah tangganya.
Seraya mengeluarkan air mata, Iis berharap semoga keadilan di tegakkan karena ini sudah merupakan KDRT. Sejumlah teman-teman Iis maupun keluarganya yang lain nampak membezuk Iis di rumah sakit H.Boejasin Pelaihari.

Atas insiden ini, Kapolsek Takisung Iptu H. Wasito di konfirmasi mengatakan, untuk keberadaan suami Iis sendiri saat ini juga dalam kondisi luka bakar karena saat kejadian ia pun sempat menolong istrinya, hanya saja di rawat di Puskesmas.

Versi yang di kumpulkan dari keterangan warga sekitar menyebutkan bahwa memang suami Iis punya temperamen tinggi, dan kabarnya sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah, saat di tanyakan istrinya dari mana, entah faktor apa membuat suami Iis marah-marah.

Lantas kenapa sampai ada pembakaran ? Kapolsek Takisung mengatakan, saat dalam kondisi emosi suami Iis, ia awalnya membakar pakaian-pakaian yang belum di rapikan atau di lipat yang berada di lantai, bensin dari mesin potong kayu yang di siramkan suaminya kepakaian tersebut menyambar ke Iis, padahal Iis saat itu hendak menyelamatkan pakaian-pakaian tersebut, dan bensin pada mesin potong kayu itu kembali tumpah, maka api pun menyambar badan Iis.

“Langkah selanjutnya dari jajaran Polsek menunggu laporan dari pihak Iis, dan suami Iis sendiri juga masih berada di sekitar desanya, karena ia pun mengalami luka-luka,”tutup Kapolsek Takisung.

Sementara itu Kabid Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPA) Nelly Ariani,SH pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBBP3A) Tala mengatakan, pihkanya masih akan melakukan langkah koordinasi dengan pihak Kepolisian guna memastikan apakah masuk unsur KDRT nya atau tidak.

“Memang kadang emosional yang tinggi acap kali membuat sebuah tindakan yang di luar perkiraan, termasuk dengan kalimat-kalimat marah pun sebenarnya sudah masuk dalam kekerasan Psikis apalagi informasinya sampai membakar,”jelas Nelly.

Kepada korban sendiri, pihak DP2KBP3A akan di berikan penguatan psikologis agar punya kekuatan. Kekuatan di maksud agar korban kuat untuk bisa sembuh, tidak meratapi diri, kata Nelly pula.(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here