Dewan Protes DPT Menukik

oleh -20 views

TEWENEWS,Muara Teweh – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada 2018 di Kabupaten Barito Utara, Kalteng, juga direspon DPRD setempat. Khusus DPT, dewan protes jumlahnya rendah dibanding DPT periode pesta demokrasi sebelumnya.

Protes ini setidaknya diungkapkan H.ABRI, anggota DPRD Barut kader PPP, melalui sebuah akun Facebooknya Abri Abribugiansyah, dalam kolom komentar di laman group tewenews.com, Rabu (4/4/2018).

“Dibanding DPT Pilkada dan Pileg tahun lalu, jauh sekali selisih berkurangya. Apakah jumlah penduduk Barut tidak bertambah. Mana mungkin setiap empat tahun, pemilih pemula yang usianya menuhi syarat tidak ada,” ungkap H.ABRI.

Baca Juga :   Termakan Berita Hoax Loker PT.KAI,128 Orang Terlantar di Stasiun Besar Gambir

Terkait itu, data diperoleh tewenews.com memang ada perbedaan signifikan antara DPT 93.315 yang baru-baru ini ditetapkan pleno KPUD Barut. Selisih berkurangnya sekitar 22.480 pemilih, dibanding DPT Barut sàat Pilgub 115.993.

Setelah menetapkan pemilih sah sejumlah 93.513 DPT, KPUD Barut baru-baru ini diumumkan pemilih tambahan hasil verifikasi berjumlah 96.341 DPS, atau bertambah sekita 2.828 pemilih.

Baca Juga :   Anggota Satgas TMMD Ke-111 Kodim 1013/Muara Teweh Bersihkan Sekitar Sasaran

Tapi lain lagi pendapat Kepala Dukcapil Barito Utara Ledianto, yang menyebutkan berkurangnya jumlah pemilih akibat pengurangan karyawan perusahaan tambang di Barut.

Lho kok bisa? “Saat itu pemilih selain terdiri masyarakat lokal juga warga luar yang datang sebagai karyawan perusahaan tambang, memang memenuhi syarat sebagai pemilih masuk DPT Barut untuk Pilgub Kalteng,” tegas Ledianto.

Pertimbangan lainnya, Pilgub Kalteng dipilih oleh masyarakat seluruh kabupaten wilayah Kalteng. Sehingga setiap warga kabupaten lain yang kebetulaan saat penjoblosan berada di Muara Teweh, dimasukan dalam DPT.

Baca Juga :   Desa Sampirang I, Dianggap Sukses Memanfaatkan Kucuran Dana Desa

“Kini pilkada Barut tentu warga kabupaten lain yang tidak menetap tinggal tidak masuk DPT. Demikian karyawan perusahaan, kini kembali ke tempat asalnya karena perusahaanya tutup,” jawab Ledianto. (sagi)