Dibentuknya Kampung KB, Babinsa Harapkan Kesejahteraan Warga Desa Kalijaran Meningkat

oleh -93 views

TEWENEWS, Cilacap – Dengan dibentuknya Kampung KB, diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan warganya. Hal ini menjadi harapan
Babinsa Koramil 07/Maos Kodim 0703/Cilacap Serma Darsono, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Kampung KB tahun 2019 di Balai Dusun Kemojing Desa Kalijaran Kecamatan Maos, Senin (29/04).

Menurut Serma Darsono, pembentukan Kampung KB “Kalimas” Desa Kalijaran ini merupakan program Kampung KB yang dicanangkan oleh pemerintah dan hal itu menjadi ikon program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat pedesaan. ” Dengan dibentuknya Kampung KB ini, diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Kalijaran,” ungkapnya kembali.

Sementara itu di awal acara, Kepala Desa Kalijaran, Badrun, dalam kata pembukanya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Tim Pembina Kampung KB dari Kabupaten Cilacap yang dipimpin Hj. Teti Rohatiningsih.

Nama Kampung KB “Kalimas” yang dicanangkan ini dibentuk atas inisiatif dan partisipasi masyarakatnya sehingga harapannya menjadi Kampung KB yang mandiri dan sejahtera. Dirinya juga mengungkapkan bahwa di Desa Kalijaran, warga yang mengikuti program KB telah mengalami kenaikan sehingga dengan dibentuknya Kampung KB ini diharapkan kesejahteraan warganya akan semakin meningkat.

Dalam pembinaannya, Tim Pembina Kampung KB melalui Hj. Teti Rohatiningsih diantaranya menyampaikan, Kampung KB merupakan program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Kampung KB ini nantinya dapat dibicarakan program-program lintas sektoral, seperti program Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, pendewasaan usia perkawinan dari KUA, kepemilikan kartu identitas/dokumen kependudukan dari Dispendukcapil, program usaha mikro, pertanian dan lain-lain.

Keberadaan Tim Pembina Kampung KB, dalam programnya akan melaksanakan pembinaan kepada masyarakat. Untuk itu memerlukan data terkait jumlah penduduk, tingkat pendidikan, masalah perkawinan dini, dan beberapa hal lainnya termasuk permasalahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang memiliki dampak sosial bagi anak-anak dan keluarga.(Totong/Urip)