Dicuekin, Kondisi SD Kunjung di Lahei I Kini Memprihatinkan

oleh -59 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Kondisi SD Kunjung Payang Membangun di Kelurahan Lahei I Kecamatan Lahei I Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, saat ini sangat memprihatinkan dan mengharapkan perhatian semua pihak.

Kondisi itu diakui Guru SD Kunjung Ibu Lindang dan Lamoniati, pihaknya berharap ada perhatian semua pihak terhadap sekolahnya. Meski sekolah yang dijanjikan akan direhab tahun 2018 itu, namun hingga bulan September tahun 2019 ini, pembangunannya tidak ada kepastian.

” Bangunannya tidak pernah direhab. Kondisinya tahun ini kian memprihatinkan. Ntah kapan sekolah ini akan dibangun. Beberapa waktu lalu katanya akan direhab. Tapi kenyataannya tak ada,” ujarnya, Sabtu 31 Agustus 2019 lalu.

Baca Juga :   Soto Batara Kuin, Masuk 10 Besar Kuliner Kalimantan

Ibu Lindang juga mengatakan untuk meja belajar siswa saja dirinya membawa dari rumah, karena siswa yang menjadi anak didiknya berjumlah 10 orang harus belajar dalam satu ruangan yang berukuran 4 x 8 meter.

” untuk buku-buku terpaksa harus di bawa setiap hari mengunakan dus karena di sekolah ini tidak ada lemari untuk penyimpanan buku,” ungkapnya.

Baca Juga :   Rehap SD Kunjung Lahei 1 Dipindahkan, DPRD Barut Bungkam !!!  

Pantauan tewenews.com bangunan sekolah ini, kondisinya kini memprihatinkan. Sepertinya sudah tidak layak huni, karena memang bangunan ini tak pernah dapat bantuan rehab sejak dibangun.

Kondisi saat belajar mengajar antara kelas IV dan kelas V tidak ada dinding pemisah, mereka berbaur jadi satu, hal ini membuat perhatian guru dan murid terganggu karena konsentrasi belajar tidak fokus.

Baca Juga :   Di SDN 2 Hurung Enep Kecamatan Lahei, Ada Siswi Kelas V Berusia 30 Tahun

Atap sekolah dari Seng kelihatan ada yang bocor, dinding sekolah tersebut sudah banyak yang berlubang, papan lantai sudah banyak yang patah, bahkan menurut pengakuan guru Lindang dirinya pernah terperosok karena papan lantai patah karena sudah lapuk.

Padahal sekolah di pinggir jalan perusahaan tersebut seharusnya bisa mendapatkan bantuan CSR yang wajib diberkan oleh pihak perusahaan kepada sekolah yang membutuhkan. Salah satu perusahaan yang beroprasi di daerah tersebut adalah perusahaan pertambangan, PT Tamtama Perkasa.(Tim)