Diduga ada “Gratifikasi” Dalam Proses Kucuran Dana SMK

oleh -95 views

TEWENEWS,Muara Teweh – Pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan SMKN-1 Kandui, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, patut dipertanyakan.

Apalagi secara nasional, proyek dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut, memang tengah menjadi sorotan sejumlah LSM di Ibukota Jakarta.

Dalam hal itu, juga ada indikasi “gratifikasi” dalam proses persetujuan dan pengucuran dana oleh Kemendikbud, untuk proyek pembangunan sekolah baru, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri-1 (SMKN-1) Gunung Timang.

LSM yang gentol mempertanyakan realisasi proyek pembangunan baru sekolah kejuruan tersebut, salah satunya Lembaga Swadaya Masyarakat Center For Budget Analysis (CBA).

“CBA menemukan adanya dugaan permintaan Fee dalam proses disetujuinya alokasi anggaran untuk proyek Kemendikbud, sebesar Rp481,5 Miliar,” tegas Jajang Nurjaman, Koordinator CBA, seperti dikutif GoNews.co.

Proyek ini sendiri, secara nasional, dianggarkan melalui APBN sejak 2015, dengan pagu dana sebesar Rp18,4 miliar, hanya untuk membangun sebanyak enam unit bangunan sekolah SMK di daerah.

Adapun di 2016, kembali dibangun sebanyak 196 unit sekolah SMK baru di 23 provinsi, termasuk 73 unit calon daerah dapat bantuan, dengan alokasi dana mencapai Rp481.143.556.000.

Baca Juga :   Resmi Mulai Hari ini,Barut Punya Kasat Reskrim Baru

Dalam hal itu, Jajang menyayangkan, pihak Direktur Pembinaan SMK tidak transparan dalam pengelolaan keuangan proyek. Kejanggalan lainnya, pekerjaan tidak segera direalisasikan. Meski surat perjanjian kerjasama sudah ditandatangani.

Padahal, dalam laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pihak sekolah di daerah sangat membutuhkan proyek tersebut. Terlebih banyak sekolah yang sudah ada muridnya, tapi gedung justru “numpang” sekolah lain.

Seperti halnya daerah lain, pekerjaan proyek pembangunan SMKN-1 di Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, juga terkesan lamban di realisasikan. Hal itu, lantaran adanya petunjuk untuk memindahkan lokasi bangunan.

Baca Juga :   Bhabinkamtibmas Polsek Lahei Temui Sejumlah Tenaga Medis Puskesmas Lahei II Sampaikan Pesan Saber Pungli

Bahkan pekerjaan sempat terhenti, padahal alokasi dana sudah dikucurkan pihak Kemendikbud sebesar Rp.2,900 miliar, melalui tim pendiri SMKN-1 Gunung Timang, yang diketaui Asliadi.

Asliadi sendiri, mendapat mandat sebagai kepala sekolah definitif, sebagai syarat disetujuinya pengucuran dana, meski SMKN-1 Gunung Timang, secara fakta belum memiliki murid.

“Sebelumnya kami kawatir bangunan tidak bisa diselesaikan, padahal sudah diserahkan dana tunai sebesar kurang lebih Rp 900 juta,” tegas Asliadi, kepada tewenews.com, dalam kesempatan terpisah,beberapa waktu lalu.

Karena itu, timpal Asliadi, sesegera setelah ada masalah dengan pengadaan material bangunan, pelaksanaan pekerjaan langsung diambil alih pihaknya. Tentunya hanya memanfaatkan dana sisa.

Baca Juga :   Mulai Hari Ini Lokalisasi "Lembah Durian" Resmi Ditutup

Asliadi sendiri, sempat bingung, ketika disinggung pagu dana proyek tersebut sebesar Rp.2,3 miliar, sebagaimana ditulis di papan pengumuman dilokasi proyek.

Sebab, berdasarkan penjelasan pasal 4, dalam surat perjanjian antara SMKN-1 Gunung Timang dengan Kepala subdit kelembagaan dan sarana prasarana Kemendikbud, pagu dana proyek dituliskan sebesar Rp.2,900 miliar.

Terdiri dari Rp2,6Milyar untuk pembangunan gedung dan pengadaan meubelair. Sedangkan pengadaan alat praktek dialokasikan sebesar Rp 300juta. Perjanjian sendiri ditandatangani oleh Asliadi atasnama SMK 1 Gunung Timang, sekaligus kepala sekolah definitif.

“Bila ada pihak yang mempermasalahkan proyek ini, jelas saya bingung. Karena bangunan sudah seratus persen selesai. Sedangkan masalah lain, sebelum dana dikucurkan dan bangunan didirikan, tidak dalam wewenang kami menjelasnya,” tegas Asliadi. (tim)