Diduga Bernuansa KKN, Rekruitmen Pegawai Non PNS di BLUD RSUD Muara Teweh

oleh -112 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Perekrutan pengawai non PNS di Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) RSUD, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara,  kini mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan. Pasalnya, dalam perekrutan tersebut diduga terjadi KKN dan sarat titipan.

Syaripudin Syamsuri, menulis di akun facebook pribadinya mencurahkan rasa sedihnya. “Disini saya merasa kecewa, dengan para pejabat RS. Saya mau memasukan anak saya bekerja di Rs tetapi  jawaban direktur selalu tidak ada lowongan, padahal saya liat selalu ada saja yang masuk, sampai saya intip ada anak buah saya yang keluar berhenti karena kawin kebetulan memang  keponakan saya (Melani) dia mengikuti suaminya TNI di kaltim, saya tanya sama direktur jawabannya, tidak ada lowangan,” ujarnya.

Baca Juga :   Duhh..!! Rumah Sakit Muara teweh Ternyata Rawan Maling

Dia menambahkan, sudah bekerja di RS muara teweh dan bekerja di pustu selama 18 tahun. “Saya pindah ke RS tanggal 27 juli 2007, tidak terasa 12 tahun sudah bekerja di RSUD, mulai jadi kepala ruangan sampai bendahara sudah kita lewati, mempertanggung jawab uang RS di hadapan BPK, sampai Rp20Milyar, diperiksa rata-rata empat kali dalam setahun, ditambah lagi dua kali akreditasi,”jelasnya, saat di hubunggi tewenews.com melalui no telpon 0813483336xx, Jumat (21/9/2018). .

Baca Juga :   Lanjutan Pekerjaan Multiyers Rumah Sakit Wing "C" Pagu Dana Rp100 Miliar, Dilaksanakan

Lebih lanjut di sampaikan Syaripudin, Kita semua sama-sama berjuang dan berhasil membawa RSUD Muara Teweh lulus dengan memuaskan, di samping itu saya membawahi rekam medik dan informatika dengan personil sebanyak  24 orang, saya berusaha bekerja dengan baik.

“Pas ada tes, kebetulan anak saya S.kep.Ners, kita memang berharap bisa mengikuti jejak saya, karena syarat  sudah semua di penuhi, tes berkas lulus, tes tertulis dari 44 orang yang dinyatakan lulus 13 orang, kemudian tes kesehatan gugur satu, tersisa 12, kemudian tes wawancara tujuh oran gugur sisa lima orang,”ungkapnya.

Baca Juga :   RSUD Muara Teweh, Dituding Gunakan Dana Hasil Keuntungan untuk Pelesiran ke Bali

Ada salah satu peserta dari Amuntai yang sempat kami tanya, kenapa tidak ikut tes di amuntai jawabya tidak akan lulus kalau tidak ada orang dalam, berarti di sini ada orang dalam pasti lulus,  dan paktanya memang  lulus. Berarti kalau yang lulus sudah di tentukan sebelum tes alias sandiwara, lebih baik tidak usah ada pengumuman, diam-diam aja masuk.

“Inilah keburukan pejabad RSUD yang kita bangun dengan bangunan megah, susah payah melibatkan seluruh karyawan supaya lulus akreditasi,”pungkasnya.(Tim)