Diduga Prustasi, Warga Kecamatan Awang Bunuh Diri Meminum Racun Rumput

oleh -29 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Diduga prustasi T pria (42) tahun warga desa dikecamatan Awang kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, melakukan bunuh diri untuk dengan meminum racun rumput.

Kapolres Bartim AKBP Hafidz Susilo Herlambang SIK melalui Kapolsek Awang Ipda Deddy Soesilo mengatakan “Berdasarkan keterangan dari ayah korban bahwa korban diketahui sudah lama terlilit hutang piutang hingga mengalami prustasi, ditambah saat ini korban sudah tidak bekerja atau menggangur sehingga benar mengakhiri hidupnya”, ucapnya kamis (05/03/2020).

Sehingga hal inilah yang disimpulkan oleh pihak keluarga penyebab Korban menjadi putus asa dan berpikiran pendek dan pihak keluarga menerima dengan Ikhlas atas kejadian tersebut.

Baca Juga :   Warga Jalan Flores Dihebohkan Temuan Tengkorak Manusia

Kejadian bunuh diri tersebut diketahui pada rabu 04 Maret 2020 sekitar jam 18.30 Wib, bertempat di UPT Puskesmas desa Hayaping kacamata Awang personil piket SPKT Polsek Awang telah mendapatkan informasi bahwa telah terjadi peristiwa bunuh diri salah satu warga salah satu desa di kecamatan Awang.

“Keterangan dari anak kandung Korban Tari bahwa pada pagi hari, rabu 04 Maret 2020 sekitar jam 09.00 Wib Korban memberitahukan kepada istrinya bahwa Korban hendak pergi ke Kebun atau ladang mereka di Desa Janah Mansiwui yang berjarak sekitar 4 Km dari rumah Korban”, tutur Deddy.

Selanjutnya pada pukul 09.30 Wib, Korban juga menghubungi anak kandungnya via Handpone yang saat itu sedang berada di Palangkaraya dan menyampaikan bahwa Korban hendak bunuh diri dengan meminum racun rumput, namun saat itu komunikasi langsung terputus.

Baca Juga :   Kadis PUPR Barut Intruksikan Kabid Bina Marga Cek Kerusakan Jembatan Mtw-Jingah

Mendengar hal tersebit anak Korban langsung memutuskan untuk pulang ke desanya saat itu juga, saat dihubungi kembali ayahnya tidak bisa tersambung disamping itu kondisi jaringan signal Handpone di desa tersebut memang tidak ada signal.

Setelah tiba di desa sekitar pukul 15.30 Wib anak kandung Korban Tari memanggil saudaranya yang lain untuk bersama-sama menyusul Korban ke kebun guna mengecek keberadaan Korban, setibanya disana anak Korban bersama saudara – saudara yang lain berhasil menemukan Korban di dalam pondok ladang mereka.

Baca Juga :   Kades Tangkum Ingatkan Warga Jangan Manja Setelah Dapat Rastra

Mereka sempat berkomunikasi dengan Korban namun kondisinya saat itu diduga sudah meminum racun, Korban mengatakan botol racun sudah dibuang, dan beberapa saat setelah itu kondisi korban sudah semakin lemah, melihat hal itu Korban langsung dubawa pulang ke desa menggunakan sepeda motor.

Setelah tiba di desa korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Hayaping dengan menggunakan Mobil Pickup warga setempat, namun sewaktu di perjalanan kondisi Korban sudah semakin lemah dan diperkirakan Korban telah meninggal dunia di perjalanan menuju Puskesmas Hayaping.

Setelah dicek secara Medis di Puskesmas dan dinyatakan telah meninggal dunia Korban langsung dibawa pulang ke rumahnya. (Ahmad Fahrizali)