Dikandaskan Kento Momota, Anthony Sinisuka Ginting Gagal Pertahankan Gelar Juara China Open

oleh -41 views

TEWENEWS, Changzhou, China – Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting gagal mempertahankan gelar juara China Open 2018 setelah dipaksa bermain ‘rubber game’ dari pemain tunggal putra peringkat pertama dunia Kento Momota dari Jepang dengan skor 21-19, 17-21 dan 19-21 pada final China Open 2019 yang berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (22/9/2019) Siang yang disiarkan secara langsung oleh stasiun tv nasional TVRI.

China Open merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000. Tahun lalu, Anthony naik podium kampiun China Open setelah mengalahkan Kento Momota, 23-21, 21-19. Hari ini merupakan pertemuan yang ke-12 dengan pemain peringkat pertama dunia tersebut. Pada pertemuan terakhir, Anthony kalah dari Momota pada Japan Open 2019 melalui rubber game, dengan skor 13-21, 22-20, 15-21. Secara keseluruhan, Kento Momota unggul 9-3 dalam rekor pertemuan dengan Anthony Sinisuka Ginting. Sedangkan Anthony pernah mengalahkan Momota pada Hong Kong Open 2018, Asian Games 2018, dan final China Open 2018.

Berikut ini adalah rincian pertandingan antara Anthony Sinisuka Ginting versus Kento Momota.

Pada game pertama, Anthony Ginting yang berada di posisi membelakangi kamera bermain cukup mengesankan walau sempat tertinggal 2 angka di awal pertandingan, Anthony Sinisuka Ginting perlahan bisa mengejar 3 angka berturut-turut. Bahkan Momota juga terus menekan hingga sempat mendapatkan 3 angka berturut-turut, dan juga terjadi permainan rally panjang hingga di interval game pertama, akhirnya Anthony S Ginting mampu mengungguli 1 angka, 11-10.

Baca Juga :   Komjen Pol M.Iriawan Dicalonkan Jadi Ketua Umum PSSI, Ini Kata Tubagus Rahmad Suhendar

Ginting meminta challenge saat shuttlecocknya dinyatakan keluar oleh linesman, namun hasilnya adalah keluar. 11-12 untuk Momota.

Di game pertama ini Anthony Ginting dua kali mengecoh Momota dengan permainan netting yang sangat apik.
Kembali Anthony Ginting meminta challenge keduanya dan berhasil setelah dalam tayangan shuttlecock jatuh tepat di tengah garis sebelah kiri Momota. 13-14 untuk Ginting. Anthony Ginting kembali menyamakan skor 17-17.

Hendri Saputra, pelatih kepala tunggal putra Indonesia tampak terus memberikan motivasi buat anak asuhnya tersebut yang berjuang tanpa kenal lelah mengembalikan bola sulit dari Momota.

Skor 20-18 game point diraih Ginting setelah smash keras berhasil jatuh di tempat permainan Momota. Namun Momota mencoba mengejar poin. 20-19 buat Momota. Kemudian Anthony Sinisuka Ginting menutup game pertama dengan skor 21-19.

Pada game kedua, Anthony Sinisuka Ginting mengawali pertandingan dengan permainan yang sangat baik hingga memimpin 2-0. Setelah itu Momota berhasil menyamakan kedudukan 2-2. Hingga tiga angka berturut-turut hasil unforced error Ginting, 2-3 untuk Momota.

Baca Juga :   Ungguli Ahsan/Hendra, Marcus/Kevin Raih Gelar China Open 2019

Challenge pertama di babak pertama diambil oleh Ginting dengan optimis smash kerasnya dinyakan keluar oleh Linesman. Challenge pertama Ginting sukses diraih dan mengubah skor menjadi 4-5. Adu netting terjadi di game kedua, Anthony sukses menyamakan skor 6-6.

Kento Momota menungguli Ginting dengan skor 7-10 ketika shuttlecocknya dianggap keluar oleh linesman dan challenge pertama Momota berhasil. Hingga interval game kedua Momota mengungguli Ginting dengan selisih 4 angka, 7-11.

Setelah mendapatkan arahan dari Hendri Saputra, Anthony Ginting mampu meraih dengan 3 angka berturut turut, 10-11. Adu netting kembali terjadi saat Ginting menyamakan skor menjadi 14-14. Setelah shuttlecock bergulir tipis di bibir net yang sangat sulit dikembalikan Momota.

Selanjutnya 5 angka diraih Momota menungguli Ginting dengan skor 14-19.
Anthony Ginting membiarkan bola melebar dari Momota, perlahan mengejar angka 15-19. Dropshot keras Ginting jatuh di tempat yang sulit dijangkau Momota, 16-19.
Smash keras Ginting dalam adu rally panjang memperkecil ketertinggalan menjadi 17-19 terpaut 2 angka saja. Namun shuttlecock Ginting menyangkut di net, 17-20 game point buat Momota. Hingga Momota mengambil alih kemenangan setelah pengembalian Ginting melebar, 17-20. Dan Kento Momota memaksa Anthony dengan rubber game.

Baca Juga :   Pelatih Borneo FC,Puji Persebaya dan Sriwijaya FC Sebagai Tim Bagus

Di awal permainan game ketiga, Anthony Ginting mencoba bermain lebih berani dengan serangan-serangan yang cukup agresif. Sempat memimpin 3-1 namun shuttlecock pengembalian Ginting menyangkut di net. Momota berhasil menyamakan 3-3. Hingga Momota berhasil membalikkan keadaan 3-9 akibat kesalahan sendiri yang dilakukan Ginting.

Perlahan tapi pasti, Anthony Sinisuka Ginting dapat keluar dari tekanan Momota, hingga meraih 5 angka, 8-9.. Namun di interval game ketiga, Kento Momota berhasil memimpin 8-11. Kemudian 3 kali unforced error Momota menguntungkan Ginting,11-12.

Ginting meminta Challenge di poin krusial game ketiga. Hawk eye menyatakan sukses, Ginting menambah poin menjadi 16-19. Namun Anthony Sinisuka Ginting sempat meminta ‘Medical Assist’ karena mengalami sakit di bagian kaki sebelah kanan. Setelah dinyatakan fit oleh tim medis, Ginting melanjutkan pertandingan dan berhasil meraih 3 poin dan mengejar ketinggalan dengan menyamakan kedudukan 19-19.

Akhirnya Kento Momota mampu mengambil championship point,19-20. Hingga Momota berhasil menutup game ketiga dengan angka ketat 19-21. Anthony Sinisuka Ginting harus mengakui keunggulan Kento Momota. Dan Kento Momota berhak meraih trofi gelar juara tunggal putra China Open 2019. (M.Solichin)