Dinas ESDM Kalteng Tahan Tongkang Batu Bara Milik PT.AKT

oleh -75 views

TEWENEWS,Muara Teweh – Dua unit tongkang bermuatan batu bara milik perusahaan PT. Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di wilayah perairan sungai barito Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah resmi ditahan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tongkang TB Republik Nomor Lambung 031, BG Tuhup Nomor Lambung  019, TB Republik Nomor Lambung  032, dan BG Tuhup Nomor Lambung 003,telah di amankan pada hari Jumat (9/3) malam. Informasi yang di kumpulkan sejak berakhirnya SIP-PKP2B perusahaan tersebut pada Oktober 2017, mulai 1 November 2017 hingga 15 Februari 2018, tercatat sebanyak 52 tongkang yang dimilirkan  melalui DAS Barito.

Baca Juga :   Oknum Kades Papar Pujung Akhirnya di Tahan Kejaksaan

Kepala Dinas (Kadis) ESDM Provinsi Kalteng, Ermal Subhan kepada sejumlah wartawan di rumah jabatan (rujab) Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Barut, Sabtu (10/3) membenarkan perihal penahanan sejumlah tongkang milik PT. AKT tersebut.

“Ya benar telah ditahannya dua unit  tongkang yang berisi ratusan metrik ton batu bara, karena Surat Izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (SIP-PKP2B) perusahaan sudah tidak berlaku lagi,” katanya.

Dibeberkannya SIP-KKP2B telah diberhentikan sejak bulan November 2017 lalu. Perusahaan tersebut tidak seharusnya  berproduksi lagi  apalagi sampai memilirkan batubara. Penahanan tongkang tersebut dilakukan Dinas ESDM Kalteng bersama Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kalteng, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalteng didampingi Pemkab Barut.

Baca Juga :   Sungai Bengaris Kembali 'Makan' Korban Bocah 11 Tahun Tewas Tengelam

Tim telah melakukan pemeriksaan terhadap muatan batubara di dua tongkang yang mengangkut batubara milik PT. AKT  diperairan DAS  Barito Muara Teweh. Menurut  Ermal Subhan, PT. AKT telah melanggar aturan, karena SIP-PKP2B sudah berakhir pada 19 Oktober 2017 lalu. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM RI Nomor.3714.K/30/MEM/2017 tentang Pengakhiran PKP2B PT. AKT dengan pemerintah Indonesia. 

Selanjutnya surat tersebut ditindaklanjuti lagi dengan surat Keputusam Menteri ESDM RI Nomor. 3715.K/30/MEM/2017 tentang pengamanan sarana dan prasarana PT. AKT. “Dasar penahanan dilakukan berdasar rekomendasi Gubernur Kalteng, H. Sugianto Sabran dan Kadis ESDM Kalteng. Surat rekomendasi itu untuk mengamankan sarana dan prasarana, yaitu pemberhentian dua unit tongkang pengangkut batubara milik PT. AKT,” katanya.

Dengan penahanan tongkah milik PT. AKT dan telah  berakhirnya izinnya tersebut, maka secara  otomatis perusahaan tidak boleh beraktivitas dan  beroperasi lagi. Dengan demikian, PT AKT tidak boleh berproduksi lagi karena dasar perusahaan tersebut yakni PKP2B telah berakhir.

Baca Juga :   Konsultan Tewas di Tempat Akibat Kecelakaan

“Kami telah melakukan peninjauan ke lokasi, memang tidak ada aktivitas. Namun setelah dicek dan ditelusuri di DAS Barito terdapat tiga buah tongkang yang akan milir,”pungkasnya.(agustian