Dinas Pertanian Bartim Terus Kembangkan Hasil Pertanian

oleh -17 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Dinas Pertanian kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, terus tingkatkan dan kembangkan hasil pertanian, salah satunya dengan manfaatkan lahan kering seluas 70 hektar untuk budidaya jagung.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Ir. Riza Rahmadi “Kami tetis berupaya meningkatkan dan mengembangkan hasil pertanian, salah satunya dengan manfaatkan lahan kering seluas 70 hektar untuk budidaya jagung”, ucap Riza disela -sela kegiatannya melakukan tanam jagung bersama Pemkab dan Polres Bartim, Rabu (05/02/2020).

Baca Juga :   Polres Seruyan Berhasil Ungkap Pelaku Peredaran Uang Palsu Di Seruyan

Menurut Riza, pihaknya terus berupaya meningkatkan program pemerintah daerah, yang dalam hal ini mengembangkan komoditi budidaya tanaman jagung pakan ternak sehingga dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak ayam petelur dan itik sesuri arahan Bupati.

Tanam jagung di lahan kering yang kita kembangkan di 14 desa yang tersebar di Bartim, dengan luas 70 hektar, yaitu di kecamatan Petangkep Tutui, Paku dan sebagian di Raren Batuah yang memang di dataran tinggi.

Baca Juga :   Kapolres Kunjungan Kerja ke Polsek Dusun Timur,

Penanaman jagung di dataran tinggi lebih bagus, karna sebelumnya pihaknya telah mencoba di dataran rendah hasilnya kurang maksimal. “Kita prioritaskan untuk tanaman jagung di dataran tinggi hasilnya lebih bagus, karna selama ini jagung yang kita tanam di dataran rendah hasilnya tidak maksimal.

Baca Juga :   Pemindahan Tahanan dari Rutan Polres Seruyan ke Lapas Kelas IIB Sampit

Saat ini kita coba membuka di lahan kering 70 hektar tersebut, dan semoga bisa maksimal untuk mendukung apa yang menjadi program pemerintah daerah yakni, pemberdayaan jagung begitu juga ayam petelur.

Riza menambahkan, sebelumnya Bartim masih banyak menggunakan bahan pakan ternak dari luar, namun nantinya hasil panen jagung bisa memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga tidak lagi membeli pakan dari luar daerah, tutupnya. (Ahmad Fahrizali)