Dinas Pertanian Dan Peternakan Tinjau Ketersedian Stok Pangan

oleh -15 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur Propinsi Kalimantan Tengah selalu aktif mengontrol peternakan di wilayah Bartim dengan mensurvei ketersediaan bahan pangan.

Dari hasil peninjauan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bartim melalui bidangnya mensurvei di beberapa titik wilayah ternak yang ada di kabupaten Barito Timur.

Survei yang di lakukan dari peternakan ayam potong maupun ayam petelur untuk memprediksi kesediaan atau stock yang dimiliki Kabupaten Bartim dalam mengantisipasi kekurangan disaat Ramadhan hingga menjelang hari Raya Idul Fitri.

Pemilik dan pengelola peternakan bapak Pikri (42) tahun warga Desa Bentot mengatakan bahwa selama menjalankan usaha peternakan ayam potong yang juga bekerja sama dengan pihak perusahaan mendapatkan hasil yang cukup baik dan tidak pernah merasa rugi.

Baca Juga :   Dinas Pertanian Kapuas Kembangkan Bibit Padi IPB 1R Dadahup, Beras Kapuas

“Kita bersyukur selama menjalankan usaha ini mendapatkan hasil yang memuaskan,” katanya beberapa waktu lalu.

Pria peternak asal sulawesi tersebut mengatakan, dalam 1 tahun bisa mencapai 5 kali panen, dan kapasitas kandang dengan jumlah ayam pada saat ini mencapai 3000 ekor, sedangkan dari jumlah yang mati ayamnya rata-rata 120 ekor dan masih mendapatkan keuntungan.

“Dengan usaha seperti ini di luar dari ayam yang kita panen ada hasil dari kotoran ayam tersebut, yang pada umumnya bisa menjadi pupuk dengan pencapaian 40 karung sekali panen dengan nilai 10-15 ribu perkarung,” ucapnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Peternakan Bartim Ir. Riza Rahmadi mengatakan, perlu adanya pengontrolan di setiap titik wilayah peternak untuk dapat dikalkulasi jumlah dan stok agar ketersediaan bahan pangan khususnya ayam ataupun telur menjelang hari raya dapat di perhitungkan.

Baca Juga :   Dinas Pertanian Bartim Gelar Sosialisasi e-RDKK

“Kita melakukan survei di beberapa titik lokasi ternak yang kiranya dapat menyediakan bahan pangan dari hasil ternak daging maupun telur,” tutur Riza.

Dirinya mengatakan, keterbatasan penyediaan pangan menjelang hari raya harus di kalkulasi terlebih dahulu untuk stok di wilayah Bartim khususnya dan ini perlu dilakukan agar ketersediaan bahan pangan bisa dikalkulasi untuk persiapan yang harus disediakan menjelang hari raya Idul Fitri, karena pada umumnya menjelang hari raya masyarakat banyak menggunakan bahan pangan tersebut seperti ayam potong ataupun telur.

Baca Juga :   Puskeswan Distanakan Terus kontrol Pertumbuhan hewan Ternak Peliharaan

Adapun dari hasil survei di lapangan untuk stok bahan pangan seperti ayam potong maupun telur mungkin kita bisa antisipasi kekurangan atau keterbatasan di wilayah kita tentang ketersediaan pangan tersebut dan seandainya kita mengalami kekurangan itu pun bisa disamakan harganya standar pada umumnya.

“Kedepannya kita Dinas Pertanian dan peternakan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas petani maupun peternak yang ada di wilayah Bartim agar dapat membantu perekonomian di wilayah kita sendiri,” pungkas Riza Rahmadi (TWN5)