Dinas PUPR Bartim Ingatkan Warga Pondok Karet, Jangan Membuang Sampah Disaluran IPAL

TEWENEWS, Tamiang Layang – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Barito Timur (Bartim) provinsi Kalimantan Tengah, ingatkan warga agar jangan membuang sampah atau limbah rumah tangga disaluran air, maupun disaluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR Bartim Yumail J Paladuk melalui Kepala Bidang Cipta Karya Bunyamin yang mengatakan “Ketika dilakukan penanganan oleh pekerja, saat mengatasi penyumbatan yang terjadi di Instalasi IPAL Perumahan Pondok Karet Tamiang Layang, selain endapan pasir pada bak kontrol ditemukan pula botol bekas minuman, plastik serta potongan kain yang menyebabkan terjadinya penyumbatan”, ucap Bunyamin, Rabu (29/01/2020).

Menurut Benyamin, penanganan IPAL sendiri dilakukan setelah setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa saluran pembuangan pada IPAL di Perumahan Pondok Karet Tamiang Layang tersumbat dan menimbulkan pencemaran udara karena aroma yang tidak sedap.

Kami secepatnya meninjau ke lokasi, intinya kita melihat secara nyata sesuai informasi masyarakat, setelah ditinjau ada 5 titik bak kontrol yang tersumbat dan menyebabkan terjadinya luapan air limbah yang bau.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, hususnya warga di Perumahan Pondok Karet di untuk sama-sama menjaga, supaya jangan sampai ada barang bekas seperti botol, plastik maupun potongan kain yang masuk dalam saluran yang akan menyebabkan saluran menjadi buntu”.

Baca Juga :   Mantan Karyawan SHES Tuntut Sisa Pembayaran Kontrak

IPAL Pondok Karet yang merupakan tanggung jawab pengelolaan dan perawatan dari Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan (Satker PSPL) Dinas PUPR provinsi Kalteng. Jika pengelolaan IPAL tersebut diserahkan ke Dinas PUPR Bartim, maka akan lebih mudah bagi pihaknya untuk menganggarkan biaya perawatan IPAL tersebut.

Dengan status IPAL itu milik Satker, kalau hanya sebatas membersihkan bak kontrol kami masih bisa atasi, tapi kalau sudah menyangkut pipa yang arahnya ke rumah penduduk itu pasti kami akan mengalami kesulitan karena dibutuhkan tenaga ahli yang paham dengan hal itu dan juga anggaran yang cukup besar.

Pihak kami sendiri akan berusaha untuk mengontrol IPAL tersebut 3-4 bulan sekali. Dinas PUPR Bartim masih terus berupaya untuk mengkomunikasikan agar IPAL tersebut pengelolaannya dialihkan ke PUPR Bartim.

“Kemarin saya ke Palangka Raya namun tidak bertemu dengan Kepala Satker karena beliau ke Jakarta, nanti Minggu depan saya akan koordinasikan lagi dengan Kepala Satker untuk memastikan apakah pengelolaan IPAL itu tetap di Satker atau diserahkan ke PUPR Bartim”, pungkas Bunyamin. (Ahmad Fahrizali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: