Dinas Sosial Kalteng Sampaikan Alur Pendataan Penerima Manfaat BLT Bartim

oleh -57 views

TEWENEWS, Tamiang Layang – Menanggapi keluhan warga kelurahan Tamiang Layang mengenai carut marutnya data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah pusat dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bagi warga Bartim, Dinas Sosial Kalteng ungkapkan alur data warga penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai.

Kabid Penanganan Pakir Miskin Kalteng Siti Rahmah mengatakan “Data penerima manfaat ini awalnya dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) yang mendata, data disampaikan kepada desa atau kelurahan, selanjutnya disampaikan kepada Dinas Sosial Bartim dan Dinas Sosial kabupaten menyerahkan data tersebut kepada Dinas Sosial Kalteng”, ucapnya belum lama ini.

Dari Dinas Sosial provinsi selanjutnya dikembalikan kepada Dinas Sosial kabupaten untuk dicek, setelah itu dikembalikan kembali ke Dinas Sosial provinsi Kalteng, baru bisa di SK kan oleh Gubernur baru bisa disalurkan.

Dilanjutkan Siti, pengecekan data penerima manfaat bantuan tersebut oleh pihak kabupaten untuk menghindari terjadinya tumpang tindih data, dari Kementerian Sosial Pusat untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) dan BLT Dinas Sosial provinsi Kalteng.

Kalau BLT ini dari Dinas Sosial provinsi Kalteng bersumber dari dana APBD provinsi Kalteng sebesar Rp. 500 Ribu dan penyalurannya melalui Bank Kalteng.

Cristian salah satu warga kelurahan Tamiang Layang mengatakan “Saya merasa heran dan tidak tau harus kemana agar bisa mengetahui data nama penerima BLT ini dari pemerintah provinsi Kalteng”, sambil kebingungan mau bertanya karena kantor kelurahan tutup, sabtu (23/05/2020).

Saya cek dikantor kelurahan tidak ada daftar penerima BLT dari pemprov Kalteng, memang ada daftar penerimana BST dari pemerintah pusat, itupun setelah banyak warga yang mempertanyakan.

Menurutnya, setelah adanya surat Bupati Bartim nomor 460/182/IV.02/Dinsos tertanggal 07 april 2020 lalu, saya dan tetangga sudah menyerahkan KTP dan KK serta menyertakan nomor handphon, namun tidak ada pemberitaan lebih lanjut.

“Seharusnya bila benar ada bantuan bisa dihubungi, atau paling tidak daftar nama penerima bantuan diumumkan atau ditempel di Kelurahan, agar kita tidak bingung dan bertanya – tanya ke Bank Kalteng bersama warga yang lainya, namun ternyata toh kita tidak dapat”, pungkasnya dengan nada kesal. (Ahmad Fahrizali)