Dinkes Bartim : Jangan Khawatir untuk Memberikan Imunisasi MR kepada Anak

oleh -13 views

TEWENEWS, Tamiang Layang -Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten  Barito Timur, Kalteng Dr Simon Biring MPH melalui Kabid pencegahan  dan pengendalian penyakit (P2P) drh. Vonny Ina Mayesti M. Kes meminta masyarakat jangan khawatir untuk memberikan imunisasi Measles Rubella (MR) atau lebih dikenal dengan Campak dan Rubella kepada anaknya.

Hal tersebut menurutnya karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa Mubah Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari Serum Institute of India (SII) untuk Imunisasi.

“Diharapkan jangan ragu-ragu untuk melakukan imunisasi. Jadi seperti kita tahu bahwa tanggal 21 bulan Agustus kemarin MUI telah mengeluarkan fatwa No 33 tahun 2018 yang menyatakan bahwa para ulama bersepakat untuk memperbolehkan, hukumnya mubah menggunakan vaksin MR,” jelas ibu cantik didampingi Kasi Survei Laus dan Imunisasi Indra Sosilo, SKM saat di temui Wartawan dikantornya Jumat (7/9).

Baca Juga :   Merasa Dirugikan Puluhan Juta, Bandar Arisan di Ampah Akan Dibawa Kejalur Hukum

Ia menyebutkan poin- poin dasar MUI menyatakan bahwa vaksin MR tersebut mubah adalah karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci dan ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi.

“Adapun poin Vaksin MR yang merupakan produk dari Serum Institut Of India untuk program imunisasi ini yang hukumnya mubah oleh MUI karena adanya kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi,” jelasnya.

Menurut Vony, Imunisasi gratis MR tersebut jangan lah disia siakan. Karena kalau melalui dokter spesialis yang tidak ditanggung pemerintah biayanya bisa mencapai Rp.1.800.000. Sekali suntik vaksin.

Baca Juga :   Dana Desa Pinang Tunggal Fokus Bangun Jalan Usaha Tani

Maka dari itu, saya mengharapkan kepada masyarakat yang mempunyai anak yang berumur 9 bulan sampai 15 tahun agar segera ikut imunisasi MR.

“Jangan sampai ketinggalan Imunisasi MR. Karena kalau sudah terkena virus penyakit tersebut bisa membahayakan anak dan ibu hamil,” harapnya.

Dirinya menjelaskan, anak yang terkena efek penyakit tersebut nantinya bisa katarak, cacat dan kalau menyerang ibu hamil semester 3 anaknya bisa meninggal dunia. Kalau pun lahir bisa tuli dan tidak bisa berdiri.

“Agustus ini kita di sekolah, Septembernya kita ke Puskesmas, poskesdes dan posko. Namun apabila ada sekolah yang belum terimunisasi maka akan kita lanjutkan ke Septembernya. Saat ini sekitar 50,37 persen yang diimunisasi dari 31.125 sasaran untuk anak dan balita di Kabupaten Bartim jadi kita lanjut terus dengan harapan sampai target 95 persen,” Harapnya optimis.

Baca Juga :   Cegah Penyebaran COVID - 19, Satlantas Polres Bartim Hentikan Kendaraan Yang Akan Masuki Wilayahnya

Dirinya menjelaskan, untuk mencapai target tersebut memang lah tidak mudah, harus bekerja keras dalam melakukan penyuluhan, sosialisasi dan sebagainya terhadap bahaya virus MR tersebut.

“Kita harap para orang tua jangan ragu untuk ikut imunisasi gratis MR karena sudah jelas ada Fatwa MUI yang ditetapkan pada tanggal 20 Agustus 2018 lalu dan dikeluarkan tanggal 21 Agustus 2018 yang menyatakan hukumnya mubah oleh MUI,” pungkas ibu yang ramah dan akrab kepada wartawan. (Budi).