Dinkes Jombang Siapkan Psikiater Guna Layani Caleg Gagal

oleh -51 views

TEWENEWS, Jombang – Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa. Salah satunya, momen pesta demokrasi 2019, para caleg yang gagal ternyata berpotensi mengalami gangguan kejiwaan.

Dikatakan dr.Wahyu Sri Harini, Kabid P2P Dinas Kesehatan Jombang, saat kami temui siang kemarin(29-12-2018),ia bilang ”Memang betul, caleg itu termasuk berpotensi mengalami gangguan jiwa. Apalagi jika harapan mereka besar, sudah berusaha maksimal dan berkorban banyak namun hasilnya tidak sesuai harapan”.

Baca Juga :   Berbekal Spanduk, Personel Polsek Dushil Imbau Masyarakat Stop Illegal Mining

Selain faktor genetik, kondisi lingkungan dan depresi juga bisa memengaruhi seseorang hingga terjadi gangguan jiwa.Terkait hal ini Dinkes Jombang melalui pelayanan di RSUD Jombang dan puskesmas, sudah siap menangani,imbuhnya.

”Gangguan jiwa itu kan ada tingkatannya, ada yang ringan sedang hingga berat. Tapi kalau berat mungkin akan langsung dirujuk ke Malang atau Surabaya,” lanjutnya.

Baca Juga :   Polsek GB Awai Terus Imbau Masyarakat Stop Ilegal Mining dan Penggunaan Merkuri

Sebab di Jombang sendiri tidak ada rumah sakit khusus penderita gangguan jiwa. Begitu juga, keberadaan dokter jiwa di Jombang juga hanya satu orang. selain itu, Sudah banyak kader di setiap puskesmas terlatih hingga tingkat advance, yang siap menangani pasien dengan gangguan jiwa tersebut.

”Yang jelas jika ada yang terindikasi gangguan jiwa, tidak perlu ragu, segera bawa ke puskesmas terdekat. Jika malu bisa menghubungi kader, sehingga mereka bisa tertangani dengan tepat,” jelasnya. Selain minum obat, pemulihan bisa dilakukan dengan berbagai cara tergantung kondisi masing-masing pasien.

Baca Juga :   Personil Polsek Banama Tingang brigadir Petra membagikan masker gratis kepada masyarakat yang melintas di depan mako Polsek Banting.

”Obatnya itu gratis dari pemprov, obat dari pemkab juga ada. Tidak Cuma caleg, banyak mereka yang mengalami gangguan jiwa mulai dari gagal menikah, ditinggal pasangan, tuntutan orang tua untuk kuliah dan sebagainya,” pungkasnya. (Joko)