Disinyalir Rancunya Penyaluran BLT Kampung Negeri Baru, WayKanan Lampung

oleh -101 views

TEWENEWS, Waykanan – Aksi massa yang di lakukan oleh sebagian masyarakat negeri baru yang mendatangi kantor DPRD Waykanan, untuk meminta keadilan tentang penyaluran BLT kampung Negeri Baru, yang di koordinator oleh Andi Azhar, Azis, Rivan Zulizar dan beberapa masyarakat yang mengaku bahwa mereka tidak perna mendapatkan bantuan apapun dari kampung Negeri Baru

Kedatangan masyarakat negeri baru ini di sambut langsung oleh tim pansus DPRD kabupaten Waykanan yang di ketuai oleh Bapak HAMIM AKBAR

“Saya janda pak udah sepuluh tahun tinggal di dusun sumber agung saya kerja bersihkan kebun orang upahnya sehari 50 ribu itu tidak setiap hari, kadang saya mencari sayuran dipinggir-pinggir kali lalu saya jual keliling kampung, data kk dan ktp saya sering betul di minta aparat kampung, tapi sampai sekarang saya tidak pernah dapat bantuan apapun” menurut pengakuan ibu Parsih janda 4 anak

“Anak saya udah 8 tahun cacat, jangan kan untuk berobat anak saya untuk kebutuhan kami sehari hari kami sulit, PKH kami gak dapat, BNPT juga tidak, Katanya banyak bantuan dari pemerintah karna virus corona ini, kami gak dapat padahal data saya uda berapa kali di minta aparat kampung” , pengakuan ibu yang juga warga Negeri Baru sambil terisak menangis

Menanggapi masalah ini tim pansus DPRD kabupaten waykanan Berusaha untuk menyelesaikan permasalahan secepatnya dan akan memanggil PJ kakam Negeri Baru Gajah Tera SH.MH dan camat Blambangan Umpu

Dilain tempat Anggota BPK kampung Negeri Baru Bapak Edi Siswana Menyayangkan hal ini terjadi, “saya dan beberapa anggota BPK Negeri baru pun tidak pernah mengetahui siapa-siapa daftar nama-nama penerima BLT Negeri baru dan sepengetahuan saya pribadi sebagai anggota BPK tidak pernah di ajak rapat untuk membahas masalah penyaluran atau berapa dana yg akan di bagikan ke masyarakat, saya sendiri terkadang berpikir apakah saya sebagai BPK kampung Negeri Baru ini di anggap mereka bodoh atau cuma sebagai pelengkap aparatur kampung,” ujarnya, Jumat (29/5/2020).

Kami coba menghubungi melalui ponsel dan SMS PJ Kakam Negeri Baru, tidak tidak ada respon dari yang bersangkuan.(Deta Suryana)