DPRD Barut Tidak Tahu Soal Pembagian Hasil Pendapatan RSUD Muara Teweh

619

TEWENEWS, Muara Teweh – Masih ingat dengan tudingan pengunaan dana penghasilan RDUD Muara Teweh yang di gunakan untuk kaji banding ke Rumah Sakit Badung Bali. Ternyata persentasi pembagian hasil yang mencapai Rp2,5 miliar per tahun tidak pernah dibahas di DPRD Barut.

Hal ini terungkap saat tewenews.com menanyakan hal itu kepada anggota DPRD Barut yang membidanggi masalah kesehatan, H.Tajeri, Sabtu (1/12/2018).

“Seingat aku tidak pernah mebahas keuntungan RSUD Rp 2,5miliar pertahun. Sekarang terancam RSUD tidak dapat melayani pasien karena BPJS terhutang atau tidak bayar,”ungkap tajeri dalam pesan whatsapp.

Seperti di ketahui dalam pernyataannya tentang pengunaan dana untuk pelisiran ke Bali, sebuah sumber menyebutkan uang RSUD Muara Teweh tidak langsung di setorkan ke kas Daerah untuk menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Semua dana justru masuk rekening koran RSUD Muara Teweh.

Baca Juga :   Ya Ampun.... Listrik Padam dan Kipas Angin Rusak Saat Proses Otopsi di RSUD Muara Teweh

Rincian pengunaan dana menurut sumber terdiri dari 44 persen untuk insentif perawat dan dokter, sisanya 56 persen masuk kas RSUD Muara Teweh. Adapun penghasilan rata-rata RSUD Muara Teweh per tahun mencapai Rp2,5 miliar.

“Jadi untuk dana belanja dan jalan-jalan serta lainnya diambil dari 56 persen tersebut. Pengambilan dana suka – suka oleh Direktur Rumah Sakit dengan mengacu Perbup. Termasuk aliran dana ke sejumlah pejabat,” ungkap sumber tewenews.com melaui pesan Whasapp.

Terkait tudingan itu, Direktur RSUD Muara Teweh drg Dwi Agus Setijowati sebelumnya menegaskan bahwa pengunaan uang RSUD Muara Teweh tidak di gunakan seenaknya sendiri melainkan melewati mekanisme tertentu sesuai dengan peraturan per undangan yang berlaku. Sedangkan terkait dana mengalir ke sejumlah pejabat, dia menyarankan untuk croscek sendiri. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here