Dua Tersangka Pemilik 9 Gram Sabu Santai Jalani Sidang Perdana di PN Muara Teweh

oleh -61 views

TEWENEWS, Puruk Cahu – Sidang perdana dua orang tersangka kasus kepemilikan sabu dari Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah, menghadirkan tiga orang saksi, pada Kamis (22/8/2019). Kedua tersangka Rian (40) dan Supian (56) terlihat santai saat menjalani sidang perdana di pengadilan Negri Muara Teweh.

Sidang kasus narkoba jenis sabu tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Cipto Hosari Pn SH, MH dan jaksa Penuntut Umum Liberti SH dari Pengadilan Negri Puruk Cahu.

Dalam persidangan atas dua tersangka Rian (40 tahun) dan Supian (56 tahun), menghadirkan tiga orang saksi, Brigpol Mario anggota Polsek Murung, Bripka M Reza alamat dipolsek Murung, dan Yudie Adrian Macan alamat di belakang kuburan Cina Puruk cahu,

Baca Juga :   Polisi Gagalkan Distribusi Narkoba 288 Kg Dari Merak Ke Jakarta

Sebelum berjalannya sidang ketiga saksi ditanya apa sodara kenal dengan terdakwa atau ada hubungan keluarga, meraka sama menjawab tidak, juga sebagai saksi masing masing disumpah sesuai agama kepercayaanya, untuk meberi keterangan yang sebenar benarnya tidak lain dari pada yang sebenarnya, bahwa benar pada tanggal 21 Juni 2019 telah dilakukan penangkapan kepa kedua tersangka dengan barang bukti jenis sabu seberat total 9 gram.

Baca Juga :   Ketua PKN Way Kanan Menanggapi Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan LAPEN

Pantauan tewenews.com jalannya sidang saat terdakwa Rian saat ditanyai Jaksa penuntut tentang sabu yang di jual seberat 4 gram, didapat dari mana ia menjawab sabu itu kalau dihitung modalnya Rp 10 juta, namun untuk penjualanya Rian mengaku hanya untuk mengembalikan modal atau harga yang di tetapkan Supian, dan selebihnya dikonsumsi sendiri untuk bekerja supaya semangat dan badan saya tidak terasa capek,

Baca Juga :   Unit Reskrim Polsek Tambang Amankan Seorang Pelaku Narkoba di Desa Sungai Pinang

Sedangkan Supian dengan barang bukti sabu seberat 5 gram, menjawab pertanyaan jaksa dan hakim, mengatakan barang jenis sabu itu didapat dari Muara Teweh dan di antar oleh orang dari Amuntai Kalsel bernama Aran dan Abdul.

Supian mengakui, di Puruk Cahu ia membagikan Rian sebanyak 400 gram dengan harga Ro 10 juta, serta untuk pembayaran barang jenis sabu denga sodara Supian, setelah barang laku dijual,(Asmansyah)