Gara-gara Spanduk, PLN Tak Jadi Masuk di Gunung Purei, Benarkah?

oleh -60 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Memprihatinkan, 73 tahun sudah Indonesia merdeka, namun malang masih menimpa, bak pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, sama halnya Kecamatan Gunung Purei, secara geografis, Kecamatan ini berada di titik terjauh dari ibu kota alias terisolir, lebih parah lagi, masyarakatnya masih terjajah di berbagai sektor, baik ekonomi, infrastruktur, bahkan sumber daya manusia, singkatnya, masyarakat Gunung Purei disinyalir masih belum menikmati kemerdekaan.

Baru-baru ini, masyarakat Gunung Purei kembali berduka, pasalnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang di gadang-gadangkan akan menempatkan unit pembangkit listrik di Kecamatan Gunung Purei terancam batal.

Baca Juga :   Kades Sampirang -1 Diduga Korupsi Dana Desa Kini Buronan Kejaksaan, Kerugian Negara Rp 620 Juta

Salah satu warga, Agus Rahmadi, mengungkapkan, hal tersebut disinyalir terjadi karena adanya spanduk gambaran keluhan warga tentang listrik di perempatan jalan Lampeong.

“Gara-gara spanduk itu, PLN gak jadi masuk”, ungkap salah satu warga yang disinyalir dekat dengan Bupati Barut tersebut.

Baca Juga :   Pencemaran Nama Baik, Kades Lampeong II Laporkan Warganya

Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat Gunung Purei, H. Ikhramsyah mengatakan, Camat Gunung Purei pernah meminta pihaknya agar melepas spanduk tersebut, akan tetapi dirinya dengan tegas menolak.

“Camat pernah meminta kami melepaskan spanduk tersebut, tapi kami menolak, itu kan aspirasi kami, konteksnya tidak ada ujaran kebencian atau isu SARA”, pungkas H. Ikhram, (24/09/2018).

Baca Juga :   Minta Kades Lampeong II di Usut, Warga Ancam Demo Polres dan Kantor Bupati

Namun hingga berita ini diterbitkan, Camat Gunung Purei masih belum dapat dikonfirmasi terkait benar atau tidaknya isu tersebut, karena Camat masih berada di Muara Teweh menjenguk anaknya yang sedang sakit.

Menurut informasi yang dihimpun oleh tewenews.com, spanduk tersebut bertuliskan keluhan dan gambaran keadaan warga terkait penerangan listrik (PLN) yang hingga kini belum ada kepastian.(Taufik/Tim)