Geger, Pengusaha Lokal Gunung Purei Bersimbah Darah Ditikam Perampok

oleh -74 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Beberapa tahun terakhir wilayah perbatasan Kalteng-Kaltim sering terjadi pencurian dan perampokan. Kali ini, giliran di Kecamatan Gunung Purei, dibuat geger oleh aksi para penjahat bertopeng, di rumah H. Ichramsyah (65), salah satu tokoh masyarakat setempat.

H Ichramsyah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan atau perampokan. H. Ichram (sapaan karibnya_red) terkapar bersimbah darah di kediamannya, Jalan H. Yusuf, Desa Lampeong II, Minggu (28/4/2019).

Baca Juga :   H. Nadalsyah Tinjau Persiapan Lokasi Touring Merah Putih di Desa Hajak

Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, pelaku menyatroni rumah pengusaha lokal tersebut sekitar pukul 03.00 WIB. Namun sayang, aksinya dipergoki sang pemilik rumah, sehingga kedua pelaku nekat menganiaya korban lalu melarikan diri.

Pada peristiwa tersebut H. Ichram, mengalami luka sabetan benda tajam di bagian kepala, punggung, serta kedua tangan dan langsung dilarikan ke RSUD Muara Teweh, pasca ditangani tim medis PKM Lampeong.

Baca Juga :   Kapolres Barut Pimpin Sertijab Kapolsek Gunung Purei

Selain H. Ichram, warga lain Agus Rahmadi juga menjadi korban pencurian. Rumahnya dibobol maling sesaat sebelum aksi perampokan berdarah tersebut terjadi. Hal itu disampaikannya kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Purei saat melakukan olah TKP di kediaman H. Ichram.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dirawat di RSUD Muara Teweh dan masih dalam kondisi trauma berat, sehingga kerugian materi masih belum diketahui. Sedangkan Agus Rahmadi mengalami kerugian berkisar 3 – 4 juta rupiah. Selain itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa menggegerkan tersebut.

Baca Juga :   Coba Kirim Shabu ke Dalam Lapas Bangkinang, Pelaku Ditangkap Resnarkoba Polres Kampar

Salah satu peristiwa menggegerkan sebelumnya terjadidi Kampung Sambung, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Gunung Purei. Pada peristiwa itu, Nani, seorang wanita berusia 38 tahun disekap dan diikat oleh komplotan perampok. (TR/Tim)