Hubungi Kami

BARITO TIMUR

Generasi Milenial di SDN 03 Tamiang Layang, Diperkenalkan Urban Farming dan dunia pertanian hidroponik

Published

on

TEWENEWS, Tamiang Layang – Jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Bartim, Provinsi Kalimantan Tengah, dan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Dusun Timur, melanjutkan pembuatan modul hidroponik dalam rangka memperkenalkan Urban Farming dan dunia pertanian hidroponik kepada generasi milenial di SDN 03 Tamiang Layang.

Kegiatan tersebut sudah kedua kalinya dan pada hari, Selasa (5/2) lalu, Distan kembali menerapkan sebagai dasar pembelajaran mengenal proses dalam menanam memelihara dan sampai panen serta manfaat Sayur, dalam bidang pertanian di mulai dari dini, sasarannya siswa Sekolah dasar.

Sering kali kita jumpai anak kita sulit mengkonsumsi sayuran hijau, padahal seperti kita ketahui bersama anak sangat membutuhkan sayuran sebagai penunjang masa pertumbuhannya.

Begitu juga orang tua terkecoh dengan tawaran iklan yang menyarankan pemberian vitamin atau suplemen yang katanya dapat menggantikan sayuran. Tetapi kita belum mengetahui efek jangka panjangnya. Sayuran yang asli tentunya jauh lebih bagus.

Pendidikan dan pengetahuan tentang sayuran bisa menjadi langkah awal bagi kita untuk mengajak anak menyukai sayuran. Kita dapat memulai dengan memperkenalkan sayuran dengan menanam secara sederhana di lingkungan rumah atau sekolah yaitu dengan menanam sayuran hidroponik sederhana di dalam nampan bekas, botol bekas, talang air, pipa paralon dan bahan yang lainnya.

Dengan memberikan tanggung jawab pada anak-anak untuk merawat sayuran secara sederhana tersebut dapat menjadi sarana pendidikan dan menumbuhkan rasa mencintai tanaman .

Kitapun dapat mengajari sampai pada pengolahan hasil dengan memasak bersama. Pada saat makan bersama kita dapat memberikan rasa bangga pada diri anak bahwa hari ini kita makan hasil prestasi dan ketekunan anak.

Baca Juga :   Gerakan Pemuda Dayak Barito Utara Deklarasikan Pemilu Damai

Jenis sayuran yang paling mudah dipelihara secara hidroponik yaitu Komoditi Hortikultura seperti bayam, kangkung, pak coy (sawi daging), lettuce ( selada), bayam merah dll. Umur tanaman ini tidak lebih dari 30 hari sudah dapat dipanen, mudah dalam memelihara dan sayuran yang cukup sering dikonsumsi.

Kepala Distan Bartim Ir.Riza Rahmadi terus berupaya tingkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, dan tidak terlewatkan memberi arahan-arahan pada jajarannya untuk mengembangkan generasi millennial agar lebih mengenal cara bertani dan memahami manfaat sayur sejak dini.

“Kita Distan mengajak generasi millennial untuk mengenal proses bertani dan memahami manfaat dari berbagai jenis sayur dan dapat mengembangkan potensi pertanian sejak dini,” ujarnya di Tamiang Layang.

Dikatakan Riza, Distan akan mengunjungi dan memberikan pembelajaran, sasarannya generasi millennial, siswa sekolah dasar, tujuannya menanam ilmu agar generasi yang akan datang tidak meninggalkan hal seperti ini, hanya karna perkembangan zaman modern, Ucapnya.

“Jangan sampai anak-anak lupa atau merasa tidak keren dengan mengenal sayuran dan bergelut dengan yang namanya bertani, maka sejak dini Distan berupaya melibatkan generasi muda untuk terjun mengembangkan budaya bertani.

Semoga dengan adanya kegiatan dan upaya seperti ini mampu menarik minat generasi milenial kepada sektor pertanian di kabupaten Batim khususnya, dan sekala Nasional umumnya dapat menjadi budaya yang hampir di lupakan oleh zaman,” pungkas Riza Rahmadi. (DPB/TWN5)

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian