Gerbong Perwira di Polres Barut Bergerak

oleh -104 views
Kabagops Yudha Patie,mendapat Promosi jabatan sebagai Wakapolres Lamandau

TEWENEWS,Muara Teweh – Gerbong dijajaran petinggi Polres Barito Utara, Kalimantan Tengah bergerak.Kepala Bagian Operasional Komisaris Polisi Raden Andri Samudra Yudhapatie yang akrab disapa Yudha harus bergeser.Dia mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakapolres di Kabupaten Lamandau.    

Pergeseran sesuai dengan Surat Telegram Kapolda Kalteng Nomor : ST/322/III/KEP.3/2018 tanggal 26 Maret 2018, Yudha dipercayakan mengisi posisi Wakapolres Lamandau. Sebagai penggantinya di kursi Kabag Ops Polres Barut adalah Komisaris Polisi Win Widiyanto yang sebelumnya menjabat Kepala Unit II Subdit II, Ditresnarkoba Polda Kalteng.

Baca Juga :   Tersangka Pencabulan Bocah di Muara Teweh, di Amuk Masa

Yudhapatie menjalankan tugas di Polres Barut sudah hampir dua tahun Memasuki 2018 ini,tercatat ada dua peristiwa yang kian mengakrabkan Yudha dengan pers.Pertama,pada 10 Februari 2018. Dia menyambangi kantor PWI untuk mengucapkan selamat HUT PWI ke-72 dan Hari Pers Nasional ke-32 yang jatuh pada 9 Februari lalu.

Baca Juga :   Warga Trans Sei Rahayu Km 38 Tuntut Sertifikat Lahan Segera di Proses Saat RDP Dengan DPRD Barut

kala itu Yudhapayie datang bersama empat perwira lain di jajaran Polres Barut, tiga anggota polwan, dan beberapa polisi membawa kue ulang tahun bagi PWI.“Kami datang ke sini untuk mengucapkan selamat HUT PWI ke-72 dan HPN ke-32, sekaligus menunjukkan penghormatan terhadap kemitraan antara Polres Barut dan PWI yang sudah terjalin dengan baik selama ini. Saya menyampaikan salam dari Kapolres Barut yang tidak bisa hadir, karena ada kegiatan dinas di luar daerah,”ujarnya.

Baca Juga :   Tak Kuat Nanjak, Truk Fuso Terguling di KM 7 Arah Puruk Cahu

Peristiwa kedua,ia berhasil membongkar aksi enam orang komplotan penipu dengan modus meminta sumbangan untuk mesjid pada 11 Maret 2018. “Ya, kebetulan pelaku datang ke rumah saya meminta sumbangan. Saya langsung amankan dan setelah kasusnya dikembangkan ternyata ada lima pelaku lainnya,” ujar Yudha kala itu.(Bbg)