Giandra Gautama, Bocah Penderita Kanker Mata Butuh Perhatian Dinas Terkait

TEWENEWS, Cilacap – Mengerang kesakitan, terbaring lemas di tempat tidur dan dipangkuan kedua orang tuanya. Itulah keseharian dari Giandra Gautama (3 tahun), bocah asal Desa kedawung jalan jeruk manis RT.05 RW 01 kecamatan kroya kabupaten Cilacap. Di usianya yang cukup belia, ia tidak bisa menikmati hidup layaknya anak seusianya. Kondisi itu disebabkan penyakit kanker mata yang menimpa anak kecil ini.

Tama, sapaan akrabnya, merupakan anak kedua dari pasangan, Sutarman dan Evi Sopiah Akhiyar. Keduanya bekerja sebagai buruh tani serabutan. Melihat kondisi anaknya tersebut,Sutarman dan Evi mengaku jika hatinya kerap teriris menyaksikan penyakit yang diderita buah hatinya.

Untuk itu, pihak keluarga sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu kesembuhan penyakit yang dialami Tama. Dengan harapan anaknya dapat sehat dan bermain layaknya anak seusianya.

Kepada media orang tuanya bercerita pada saat melahirkan tama normal normal saja dan dalam persalinanpun secara normal dapat bermain bersama keluarga secara normal tanpa mengeluhkan penyakit sedikitpun.

Namun sekitar usia 4 bulan, orang tua tama merasakan ada yang berbeda pada mata sebelah kiri anaknya,akhirnya dengan keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya memeriksakan tama ke rumah sakit terdekat,sungguh mengejutkan bagi kedua orang tua tama ketika mendengar dokter memvonis Tama terkena kangker mata (retinoblastoma) Pada saat itulah, perhatian orang tua dan keluarga terhadap kondisi Tama semakin intensif dengan melakukan pengobatan melalui BPJS mandiri.

Baca Juga :   Pembangunan Jalan Semenisasi di Desa Karanggitung, Dikerjakan Secara Swakelola Oleh Warga

Tama udah menjalani oprasi mata kirinya pada tahun 2018, dan menjalani kemotrapi selama 105 minggu di RSUP Dr sardjito yogyakarta. Seiring berjalannya waktu, katanya,pada januari 2019,gantian mata kanan Tama mulai merasakan sakit,berwarna merah,dan berdarah,bahkan kini kangker Tama sudah menjalar ke pipi kanan hingga menimbulkan benjolan,dan sekarang Tama tidak bisa meliahat lagi ke dua orang tuanya karena di sebabkan penyakit yang di deritanya.

Ditengah keterbatasan biaya,kedua orang tua Tama berharap kepada pemerintah setempat dan pihak pihak lain,untuk membantu kesembuhan buah hatinya. Dari mana kita dapat uang sebanyak itu, kita berharap adanya perhatian dari pihak-pihak terkait,untuk kesembuhan anaknya,” harapnya.

Kendati demikian, pihak keluarga mengaku berterima kasih kepada sejumlah pihak yang sudah datang melihat kondisi Tama serta memberikan santunan dengan harapan dapat meringankan beban keluarga, Orang tua Tama juga berterima kasih kepada komunitas kemanusiaan yang telah membantu meringankan beban keluaraga.(Totong/Markus)

Bagi saudara dimana saja yang kiranya sudi menyisihkan sebagian rizkinya bisa melalui Nomor Rekening BRI 312101044933537 -Tri Haryani  Hp 085712342664.
dan BRI 311701020829537- Chamidin Hp 085726249565.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: