Hubungi Kami

NASIONAL

Gubernur Jateng Apresiasi Kegiatan Bobok Bumbung PBB Desa Pesanggrahan

Published

on

TEWENEWS, Cilacap – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyambut baik Bobok Bumbung PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Senin (4/3).

Menurutnya, prosesi kegiatan  yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 28 Februari 2018 lalu tersebut menarik dan cukup kompleks. Karena dengan pendekatan kultural ternyata masyarakat mempunyai tradisi yang bagus.

“Pertama mereka menampilkan dengan adat yang hidup dan berkembang. Berikutnya ternyata itu masuk dalam sistem pemerintahan, apa itu bayar pajak. Bahkan membayar pajaknya tepat waktu dan mereka menyiapkan dengan gembira, maka bobok bumbung dengan arti yang bombong (gembira),” ujar Ganjar Paranowo saat mengikuti prosesi Bobok Bumbung PBB tersebut, seperti di lansir dari Satelitpos.

Bagi Ganjar bahwa kegiatan tersebut merupakan sesuatu yang menggembirakan dan tidak ada di tempat lain. Makanya jauh-jauh dari Semarang saya ke sini hanya untuk melihat ini. Bagaimana ekspresi yang dimunculkan masyarakat dan ternyata sangat luar biasa. Saya kira daerah lain perlu mencontoh seperti ini,” katanya.

Kepala Desa Pesanggrahan terpilih Sarjo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang menampilkan seluruh budaya kesenian yang ada di desa. Tradisi tersebut sudah di gelar sejak jaman nenek moyang dan digerakkan kembali sejak lima tahun lalu.

“Jumlah pajak untuk tahun ini sebanyak Rp 70.350.000. Kalau tahun kemarin sekitar Rp 38 juta . Tahun ini naik 85 persen, tetapi Alhamdulillah masyarakat tidak ada yang keberatan dengan kenaikan yang begitu besar,” katanya.

Baca Juga :   Dua Wanita Muda Terancam 20 Tahun Penjara, Karena Sabu

Menurutnya untuk wajib pajak di desanya mencapai 2.056 orang. Kalau rata-rata pembayaran pajak mulai dari Rp 10 ribu sampai Rp 100 ribu.

“Dari awal tidak ada masyarakat yang keberatan semuanya bahagia senang bombong dan taat kepada pemerintah. Untuk lebih menarik minat masyarakat kita tampilkan kesenian dari warga masyarakat desa. Di sini ada sekitar 10 kesenian seperti kuda lumping, buncis, cowong tektek dan terbang jawi,” katanya.

Salah seorang warga Karto Mulyono mengaku telah menabung di bumbung (bambu) sejak tiga bulan sebelumnya. Bahkan dirinya rela menyisihkan uangnya sedikit demi sedikit untu membayar PBB.

“Saya menabung 3 bulanan, nabungnya kalu pas lagi ada uang. Sedikit sedikit biasanya menabunya Rp 5 ribu sampai Rp 1 ribu. Kalau sudah cukup untuk membayar saya setorkan ke RT,” katanya.

Dengan diadakan prosesi tersebut warga sangat senang. Meski mereka membayar untuk pemerintah tetapi uang tersebut akan kembali juga kepada masyarakat. Bahkan acara tersebut bisa lebih membuat warga masyarakat Desa Pesanggrahan guyub dan rukun. Prosesi diikuti Bupati Tatto Suwarto Pamuji beserta perangkat daerah yang ada di Kabupaten Cilacap.(Totong)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian
id_IDIndonesian