Gubernur Kalteng Tegaskan Agar di Jalan Pertamian Jangan Lagi Ada Keributan

TEWENEWS, Tamiang Layang – Gubzrnur provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran, lakukan silaturahmi dan dialog dengan masyarakat, untuk mendengarkan langsung masukan masyarakat terkait permasalahan jalan Pertamina di Balai desa Jaweten kecamatan Dusun Timur, Jumat (24/01/2020).

Dalam dialog tersebut Gubernur didampingi Anggota DPR RI Komisi Tiga H. Agustiar Sabran Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Forum Koordinasi Pimpinan (Forkopinda) Bartim dan diikuti tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat setempat.

Berbagai usulan, masukan dan harapan yang disampaikan masyarakat pada kegiatan dialog tersebut agar ada kejelasan untuk pengelolaan jalan Pertamina yang sempat menjadi polemik beberapa waktu yang lalu.

Ada yang mempertanyakan keluarnya sertifikat dari BPN tentang status jalan tersebut, ada pula yang menegaskan permaslahan jalan Pertamina jangan membawa nama suku, ras maupun agama, ada yang menginginkan agar jalan Pertamina dikelola oleh Pemerintah Daerah Bartim atau pemerintah provinsi Kalteng, maupun BUMN yang memang layak untuk mengelolanya.

Seperti yang disampaikan salah satu warga Jaweten Marpendi yang mengatakan “Kita sepakat saja kalo jalan tersebut dikelola oleh pemerintah daerah atau pihak ketiga atau pun di kelola oleh BUMN yang menunjuk perusahaan untuk mengelolanya, namun tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan harus ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena selama ini tidak jelas hasilnya”, ucap Marpendi.

Baca Juga :   Kades Ampah Bartim, Apresiasi Pragram Kelompok Wanita Tani dari Dinas Pertanian

Kegiatan dialog tersebut merupakan salah satu agenda Gubernur beserta rombongan dalam melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Barito Timur (Bartim) , yang dilaksanakan pada 24 dan 25 januari 2019.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran mengingatkan “Jangan lagi ada keributan karen masalah jalan Pertamina, karena Kalteng nantinya akan menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN), jadi tidak boleh lagi ada ribut – ribut”, tegasnya.

Karena keamanan sangat penting untuk membangun daerah kita, karena ketika aman kita akan nyaman untuk bekerja dan berusaha, tetapi kalau ribut kita pun tidak bisa bekerja dan berusaha ahirnya akan menghambat perekonomian.

Orang nomor satu di Kalteng itupun menambahkan pihaknya akan mendatangi kementerian dan Pertamina untuk menanyakan dan mengupayakan agar jalan tersebut apakah bisa nantinya menjadi aset atau dikelola pemerintah daerah.

“Kalau memang bisa maka jalan tersebut akan kita perbaiki, bahkan akan cor atau diaspal sehingga masyarakat yang pengguna jalan tersebut akan merasa nyaman dan daerahpun akan mendapatkan PAD dari anggkutan yang menggunakan jalan tersebut baik dari perusahaan tambang, sawit ataupun usaha lainnya”, pungkasnya. (Ahmad Fahrizali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: