Gubernur Laiskodat Ancam Sepak Kepala Pemain Pada Pembukaan ETMC 2019

oleh -50 views

TEWENEWS, Malaka – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat mengancam menendang kepala para Pemain sepak bola yang mengikuti ajang El Tari Memorial Cup 2019.

Bahasa tersebut ini disampikan Laiskodat saat menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan ETMC 2019 di Lapangan Umum Betun, Kabupaten Malaka, Jumat (5/7) Malam.

Laiskodat menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga dari pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur kepada Kabupaten Malaka yang sudah menyelenggarakan ETMC 2019.

Akan tetapi,saat menyampaikan sambutannya dalam pembukaan ETMC 2019, banyak pemain dari 21 Kabupaten yang duduk bermalas-malasan. Hal ini sontak membuat Gubernur naik darah dan langsung mengancam para Pesepak bola yang sedang duduk.

Baca Juga :   Kunjungi Ponpes Al Itqon, Kapolres Jakbar : Pondok Pesantren Miliki Peranan Penting Jaga Kamtibmas

Ancaman itu bermaksud memberikan motivasi kepada para Pesepak bola agar tidak malas-malasan dan menghargai orang lain.

“Tolong atlet berdiri. Atlet berdiri, nanti saya sepak. Masa jadi atlet malas… duduk saat gubernur bicara, nanti saya tendang kepala… berdiri! Kamu mau jadi atlet kok malas,” tegasnya.

Selanjutnya Gubernur Laiskodat menjelaskan tentang arti sebuah sportivitas dalam dunia olahraga. Dijelaskan, sportivitas yang dimaksud adalah ketika seorang atlet harus mampu mengakui kekurangannya dan kelemahannya. Atlet juga harus lapang dada mengakui kelebihan dan kekuatan lawan.

“Saya minta kepada semua yang hadir, mau jadi atlet… sportivitas harus dijaga. Apa itu sportivitas? Siap mengakui kelemahan dan kekurangan. Siap mengakui kemampuan dan keahlian lawan. Itu baru sportif. Jangan menang mau kalah ribut,” jelasnya.

Baca Juga :   Tertibkan Protokol Kesehatan, Polres, Kodim 0427 dan Pemkab Way Kanan Gelar Operasi Yustisi

Ditegaskan bahwa bagi tim yang kalah lalu membuat keributan, maka tim tersebut tidak akan diperkenankan untuk ikut dalam turnamen ETMC selanjutnya.

Baca Juga :   Arus Balik Mudik, Aparat TNI Polri Cilacap Lakukan Pantauan dan Penjaringan Covid-19 Disejumlah Wilayahnya

“Yang ribut tidak diperkenankan ikut lagi. Kita bikin untuk yang lain saja. Lu tidak akan ikut lagi,” ujarnya.

Dikatakan, bagi tim yang kalah lantas membuat keributan adalah merupakan sebuah tim yang memiliki peradaban yang belum layak untuk hadir dalam sebuah prestasi yang layak untuk peradaban manusia modern.

Di akhir sambutannya, Laiskodat berharap agar semua tim dapat memberikan yang terbaik sebagai ungkapan terima kasih kepada tuan rumah yang telah menampilkan pelayanan yang terbaik kepada semua tim. (Beres)