Gunung Purei Krisis Listrik, PLTS Lampeong 1 Rusak

TEWENEWS, Muara Teweh – Krisis listrik di Lampeong, ibukota Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah kian parah. Rumah milik 105 kepala keluarga (KK) di Desa Lampeong I, gelap gulita selama empat hari. Sebab, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mati.

Kepala Desa Lampeong I, Benkurniadi menyebutkan, PLTS tersebut tidak berfungsi selama empat hari, sejak Senin,(12/11) sampai dengan, Kamis (15/11).

PLTS di Desa Lampeong I, dibangun pemerintah pusat sejak enam tahun lalu. Selama ini PLTS mampu melayani kebutuhan listrik 1×24 jam, meski daya yang dipakai warga terbatas. Perihal kerusakan telah dilaporkan kepada pihak terkait. Mereka juga mengajukan anggaran perubahan Rp.96 juta untuk perbaikan.

PLTS melayani dua jalur di Desa Lampeong I. Untuk melayani jalur 1 saja tidak mampu,” ungkapnya, Jumat (16/11/2018)

Baca Juga :   Osta Melanno : Pembangunan Jalur Tower PLN di Barut Selesai

Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli Menteri ESDM Sampe L Purba yang kebetulan sedang berada di Lampeong, mengatakan, untuk kelistrikan, secara umum terutama yang belum menyatu dengan PLN, pihak EDSM melihat potensi setempat. Ada yang memakai surya, ada yang memakai air dan angin.

Menghadapi masalah PLTS, sebut Sampe, memang membutuhkan kerjasama. Pembangunan awal diinisiasi oleh pemerintah pusat. Tetapi pemeliharaan telah diserahkan kepada pemda.

“Kita tidak menutup mata, namun ini soal prioritas. Kita tunggu laporan dari Provinsi Kalteng, sehingga pemerintah pusat bisa melakukan sesuatu. Ini kepentingan kita bersama,” pungkasnya. (Taufik/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: