Haji Denny : Kita Layak Hidup Makmur.

oleh -44 views
  1. TEWENEWS, Kotabaru – Dihadapan tokoh dan masyarakat dari kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar dan Pulau Laut Tanjung barat yang berkumpul di desa Gosong Panjang ,Haji Denny mengungkapkan kegundahannya melihat kondisi di Pulau Laut yang masih sangat tertinggal.Nampak kesedihan dan keharuan yang dia rasakan.

“Saya melihat perjalanan dari kotabaru kemari sedih sekali karena Kalau melihat pulau laut kotabaru tanah kelahiran saya sendiri. Saya lahir di Stagen dekat pantai, dan saya membayangkan jika daerah ini dikelola dengan benar, ini tempat bukan seperti ini, jalan bukan seperti itu.Kita layak hidup lebih makmur karena pulau ini, provinsi ini sangat kaya.” ungkap Haji Denny dengan raut sedih.

Ditambahkannya,Bahwasannya kita masih hidup dalam situasi yang masih belum menguntungkan itu menunjukkan ada sesuatu yang keliru ,ada sesuatu yang salah dalam kita bersyukur kepada Allah,menikmati karunia Allah ta’ala dalam bentuk berbagai kekayaan alam yang harusnya bisa menjadi titik pijak kita untuk hidup lebih layak, untuk hidup lebih makmur.

Baca Juga :   S'TRI'MALL (SIM STNK Masuk Mall) Inovasi Pelayanan Publik Sat Lantas Polres Kotim.

“Jadi itu sedikit yang menyebabkan saya merasa terpanggil untuk pulang ke tanah kelahiran saya Kotabaru kalimantan selatan.Mudah-mudahan bersama dengan bapak ibu semua kita bisa lebih menikmati, mensyukuri karunia Allah, memberikan nilai tambah terhadap berbagai kekayaan alam yang kita punya yang harusnya menurut amanat undang-undang dasar pasal 33 Undang-Undang Dasar 45 bunyinya, bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya adalah milik negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Jadi tidak boleh untuk yang lain,tidak boleh hanya untuk segelintir orang.” Tukasnya.

Sedikit banyak kita sangat sedih melihat bagaimana kekayaan alam itu tidak dinikmati oleh rakyat yang seharusnya menjadi tuan bagi kedaulatan di negeri ini.

Baca Juga :   Himbau Prokes Kepada Masyarakat, Polsek Mantangai Terus Sosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru

“Saya lahir di kotabaru kakek saya H muhammad Suhud,pembakal di Stagen. Bagi yang senior yang berumur 70-an barangkali pernah mendengar karena beliau pernah menjadi pembakal lebih kurang 30 tahun. Saya besar di Stagen di Pulau Laut dengan melihat 40 tahun kemudian tidak banyak perubahan, saya tinggal di Stagen di tempat kakek itu ya kurang lebih seperti ini situasinya. Artinya setelah 40 tahun kemudian tidak ada kemajuan yang kita nikmati,”

“Jadi dengan demikian pasti ada sesuatu yang keliru dengan cara kita mengelola kekayaan pulau laut, kekayaan alam Kalimantan Selatan.” Tandas pakar hukum tata negara ini, Sabtu(12/9/2020)

Alhamdulillah sebagai putra Stagen kata Haji Denny, dia bisa kuliah di UGM Jogjakarta, mengambil master di bidang hukum S2 juga di Amerika Serikat lanjut mengambil S3 ilmu hukum di Melbourne Australia.

“Saya meski banyak bersyukur meskipun berangkat dari tempat yang mungkin boleh dikatakan tidak terlalu dikenal tapi akhirnya saya bisa keliling dunia juga, bahkan pekerjaan terakhir saya menjadi profesor tamu di Melbourne mengajar selama 3 tahun 2016-2019, sebelumnya mengajar di UGM kemudian menjadi staf khusus SBY selama 3 tahun, kemudian selama 3 tahun menjadi wakil menteri hukum dan HAM.” Jelasnya.

Baca Juga :   Hentikan Pencaplokan Lahan dan Kriminalisasi Petani Sawit Kotabaru Kalsel Oleh PT MSAM

Jadi meskipun berangkat dari Stagen saya bisa ke Australia, bisa ke Amerika, bekerja di istana. Dan rasa-rasanya berdosa saya kalau saya tidak pulang ke banua.Berdosa saya jika saya tidak mengabdikan diri bagi rakyat Kalimantan Selatan tanah kelahiran saya.

“Tapi itu semua kembali kepada bapak ibu lagi artinya ini ada pemilihan gubernur tanggal 9 desember 2020. Hari rabu 3 bulan dari sekarang itu akan ada pemilihan gubernur. Nanti bapak ibu yang menentukan siapa gubernur 5 tahun kedepan.”ucap Haji Denny.(Sofyan)