Haji Denny : Saya Protes Keras ke Bawaslu Karena Money Politics Dibiarkan

oleh -78 views

TEWENEWS, Banjarmasin – Calon Gubernur Kalimantan Selatan(Kalsel) Denny Indrayana yang akrab disapa Haji Denny, Sabtu (10/4/2921)siang mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel.

Seusai melapor ke Bawaslu Kalsel Wamenkumham era presiden SBY ini mengungkapkan kekesalannya kepada wartawan atas kinerja Bawaslu Kalsel yang dianggapnya memihak salah satu Paslon.

“Hari ini akhirnya saya memutuskan datang lagi ke Bawaslu Karena melihat di lapangan kembali masif berbagai macam pelanggaran yang sifatnya sangat destruktif dan merusak. Modusnya bermacam-macam, seperti bakul walaupun tidak ditulis paman Birin, paman bakul itu adalah upaya untuk memanipulasi permasif,” ujar Haji Denny.

Diungkapkannya timnya juga sudah turun di Martapura di desa Tambak Baru, ditemukan kurang lebih seratus bakul yang akan dibagikan.

Ini merupakan bentuk politik uang

sangat jelas di wilayah PSU, sangat jelas ada nilainya, kemudian modusnya memborong makanan di warung-warung itu juga politik uang dan kabarnya ada pembagian uang 50 ribuan atau lebih.

“Kemudian pelibatan aparat atau penyelenggara negara sampai level desa , saya dengar ada mantan kepala dinas yang sekarang tinggal di Jakarta inisial H mengumpulkan kepala dinas di Jakarta. Kepala badan disini juga dikumpulkan, jadi itu pemanfaatan penyelenggara pemerintahan untuk memenangkan salahsatu pasangan calon, itu tidak boleh,” jelasnya.

Ditambahkannya pula bahwa ada di desa model kerja yang disebut tim Dozer yang pernah memenangkan Paslon di Tanah Bumbu berafiliasi dengan salahsatu perusahaan disana yang sekarang sedang bermasalah pajak dengan KPK dan tim ini yang turun di wilayah PSU. Tim ini kerjanya ya money politics, kepala desa, pembakal digaji 5 juta sebulan ,RT 2,5 juta sebulan dan seterusnya, arahnya untuk mencari suara di pemilih.

Baca Juga :   Puluhan Pengendara Terjaring Operasi Patuh Intan 2019

“Saya sudah berkeliling beberapa tempat mataraman, aluh alih, itu sudah ketemu dengan RT yang memang mendapatkan tawaran gaji bulanan itu minimal untuk tiga bulan.

Ini juga money politics,” lanjut pakar Hukum Tata Negara ini sembari menambahkan bahwa dia juga

mendapatkan telpon dari salah satu ulama yang tidak mau disebutkan namanya ada upaya untuk menyerahkan amplop kepada ulama untuk mendukung modusnya dengan shalat hajat.

Baca Juga :   Tim Gabungan PSBB Dari TNI, Polri, Dishub Dan Satpol PP Lakukan Pemeriksaan Di Jalan Handel Bakti Banjarmasin

Modus semacam ini di lapangkan sangat marak termasuk dengan menempelkan stiker di rumah-rumah tulisannya Ayo ke TPS, itu samaran upaya untuk politik uang.Misalnya ada tertulis angka 2 itu berarti vada 2 orang pemilih, angka 3 berarti ada 3 pemilih, angka 5 berarti ada 5 pemilih.

“Kemaren di Aluh-Aluh pasar ada ketemu banyak rumah di pelosok desa Kodok stiker itu tertempel. Ini modusnya mengidentifikasi pemilih kemudian pada saatnya ada drop uang ada tiga kali yang dibayar dalam 3 kali yang besarnya 500 ribu sampai satu juta. Hal ini dilapangkan banyak terjadi dan saya kecewa Bawaslu diam saja. Saya datang ke Bawaslu ini sebagai bentuk protes,” beber H Denny.

Di lapangan terlihat bakul ada dimana-mana, ada dua cara kerja Bawaslu, pasif menunggu laporan aktif melakukan temuan di lapangan.

Tidak sulit untuk menemukan bakul, tidak sulit melihat paman memborong belanjaan ,tidak sulit menemukan stiker di rumah-rumah

Baca Juga :   Pilkada Kalsel: Bawa 308 Bukti ke MK Modus Kecurangan Nyaris Sempurna BirinMu Layak Didiskualifikasi

dan itu semua bisa dilakukan kalau Bawaslu memang ingin bekerja dengan profesional,independen dan netral di Pilgub sekarang.

“Saya melakukan protes keras karena ini didiamkan dan dibiarkan, jangan sampai politik uang yang kembali menang jangan sampai politik curang yang kembali terjadi di Pilgub Kalsel, itu pesan saya hari ini di kantor Bawaslu itu yang saya minta kepada rekan Bawaslu,” Tegas Haji Denny dengan mimik gusar.

“Saya kecewa, giliran saya subuh keliling berjamaah saya dipanggil, cepat sekali Bawaslu, giliran bakul dimana mana, borong dimana mana , penyalahgunaan aparat kepala desa dan lainnya, termasuk penempelan stiker yang menandai pemilih ujungnya politik uang Bawaslu diam saja. Bawaslu ini sebenarnya memihak salah satu Paslon atau bagaimana,”

“Oke saya datang sebagai bentuk laporan dan pertanggungjawaban saya kepada pemilih agar pemilu tetap jujur dan adil. Dari saya cukuplah lapor-lapor Bawaslu, mungkin saya akan lapor ke Bawaslu RI saja kalaupun akan lapor.” Pungkasnya.(yan).