Harga di Eceran Melonjak, Pertalite dan Pertamax Dikuasai Pelangsir

oleh -480 views

TEWENEWS, Muara Teweh – Pemerintah dan pihak terkait harus lebih tegas dalam mengendalikan peredaran dan penjualan BBM di masyarakat kalau tidak mau ada oknum yang mengambil keuntungan dan menyengsarakan masyarakat.

Seperti yang terjadi di Muara Teweh saat ini dimana harga BBM jenis pertalite dan pertamax di tingkat eceran melonjak tajam.

Foto : Harianja Ketua AJV

Berdasarkan konfirmasi dengan sejumlah penjual BBM eceran Sabtu (16/10/2021), kenaikan BBM jenis pertalite dan pertamax tersebut dikarenakan saat ini penjualan di sejumlah SPBU seperti di SPBU jalan Negara Muara Teweh- Banjar Masin Km 24 Desa Sikui, nomor 66.042.5, diduga dikuasai oleh para pelansir.

Baca Juga :   Karya Bhakti TNI Satkowil Kodim 1013/Muara Teweh 2021 Resmi Dibuka

Sehingga di penjual tingkat pengecer tidak bisa lagi membeli di SPBU dan terpaksa harus membeli dari para pelansir dengan harga uang cukup tinggi.

Dimana saat ini rata rata harga eceran pertalite Rp 11 ribu per liter dan Pertamax Rp 12 ribu per liter.

” Saat ini BBM jenis Premium yang biasanya jadi sasaran pelansir tidak ada lagi di SPBU, sehingga pelansir mulai beralih ke jenis pertalite dan pertamax dan diduga hal itu yang membuat harga eceran melonjak” Kata Harianja, salah seorang pembeli BBM eceran.

Harianja, yang juga seorang Jurnalis media online terheran-heran saat di SPBU Km 24 Desa Sikui buka hanya 3 jam, BBM sudah habis, kemana lenyapnya, apakah semua di borong pelangsiran ungkapnya.

Baca Juga :   AKBP Dodo Pimpin Sertijab Kasatlantas, Kapolsek Teweh Tengah dan Teweh Timur

“ Diduga harga pembelian dari operator SPBU ke pelansir diatas harga pemerintah, sehingga pengelola SPBU untung besar dan harga penjualan pihak pelansir ke konsumen menjadi melambung tinggi. Pelansir pasti ambil untung juga bukan? Kasihan masyarakat sebagai konsumen. Kasihan juga pelansir harus membeli diatas harga pemerintah di SPBU,” ucap Harianja.

Baca Juga :   50 Tenaga Pendidik SMAN 1 Muara Teweh Divaksinasi Massal

Lebih lanjut Harianja, minta pihak Pertamina lebih ketat melakukan pengawasan dan bila ternyata ada pelanggaran dalam penyaluran dan transaksi BBM, agar ditindak tegas. saya juga minta pihak Kepolisian menindak tegas, jangan ada kesan memberikan fasilitas “pembiaran”.

Sementara itu, pantauan di SPBU setiap hari penjualan BBM jenis pertalite dan pertamax dipadati antrian panjang yang sebagian besar diduga pelansir yang menjual lagi BBM ke pengecer.

Dimana biasanya saat BBM jenis premium tersedia, penjualan BBM jenis pertalite dan pertamax tidak dilirik dan sepi dari antrian para pembeli. (Tim)