Hari Ketiga, Ratusan Korban Keracunan Massal Dari Desa Narahan Masih Dirawat di RSUD Kapuas

oleh -123 views

TEWENEWS, Kuala Kapuas – Ratusan korban keracunan massal di Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalteng, tiga hari lalu masih dirawat di Rumah Sakit Umum dr H Soemarno sostroatmodjo, Kuala Kapuas.

Pantauan tewenews.com, Minggu (26/5/.2019) di Rumah Sakit, masih terlihat ratusan pasien yang terbaring lemah di beberapa sudut rumah sakit, hal itu disebabkan jumlahnya korban yang banyak.

Para orang tua dan anak anak masih mengenakan infus terpasang di tangan dengan ditunggui oleh keluarga maupun kerabat mereka.

Kasus keracunan massal yang sangat menggemparkan ini terjadi tiga hari yang lalu tepatnya saat acara buka puasa bersama rombongan safari ramadhan Bupati Kapuas, Ben Brahim di Desa Narahan. Kegiatan safari ramadhan yang berlangsung, Kamis (23/5) lalu, memang dihadiri oleh ratusan warga dari Desa Narahan dan sekitarnya.

Para korban keracunan ini mengkonsumsi nasi bungkus yang dibagikan oleh panitia saat berbuka puasa. Informasi yang berhasil dihimpun, jumlah korban sebanyak 254 orang yang terdiri dari anak anak dan orang dewasa.

Salah satu korban keracunan Maskani, yang kebetulan sebagai ketua RT 9 di Desa Narahan mengatakan, bahwa para korban mulai merasakan reaksi keracunan enam sampai tujuh jam, setelah mengkonsumsi makanan tersebut.

“Reaksinya terjadi sekitar enam sampai tujuh, atau sekitar dini hari saat menjelang sahur,” kata Maskani, seraya menjelaskan bahwa mereka merasakan pusing, sakit perut, mencret dan muntah.

Menurut Maskani, keracunan massal itu diketahui warga disaat pagi hari warga mengalami keluhan dan sakit yang sama yaitu pusing, sakit perut, mencret dan muntah.

“Pagi-pagi sekali warga sudah bangun dan berkumpul dan membuat posko dengan menjadikan dua buah rumah warga sebagai posko dengan tenaga medis yang ada di desa itu sambil menunggu bantuan dari kapuas,” timpalnya.

Pagi itu juga setelah berkoordinasi dengan pihak pemerintah Kabupaten Kapuas, warga dibawa ke Kuala Kapuas, dengan menggunakan 10 buah mobil ambulans.

Dari sekian banyak korban keracunan ini yang terbanyak adalah warga Desa Aya (termasuk dalam Desa Narahan_red) karena acara safari ramadhan diadakan disitu.

Salah satu dokter yang menangani pasien korban keracunan ini dr Beni, kepada tewenews.com mengatakan, bahwa dari sekian banyak pasien yang mereka tangani sebagian harus ditangani secara khusus, ada juga yang diobservasi dan rawat jalan. Sebagian lagi ada yang boleh pulang.

Ketika ditanya kapan para pasien boleh pulang, dokter muda yang didatangkan dari Desa Danau Rawah, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, untuk membantu menangani kasus yang cukup menggemparkan ini mengatakan bahwa pihaknya melihat kondisi pasien dahulu.

Jika memang kondisinya sudah baik maka boleh pulang, tapi jika kondisinya masih lemah ya harus tetap dirawat sampai benar benar sehat.

“Para pasien ini kan datangnya tidak secara bersamaan, ada yang sudah tiga hari, dua hari bahkan ada yang baru datang sehari, jadi itu relatif saja”.Imbuhnya seraya menambahkan bahwa yang pasti pihaknya melihat kondisi pasien. (Sofyan/Jay).