Indonesia Young Intelectual Institute Gelar Dialog Kebangsaan

oleh -16 views

TEWENEWS, Bandung – Pasca Pilpres 2019, masyarakat di kalangan akar rumput belum semuanya kembali bersatu seperti sebelumnya. Perbedaan pilihan politik masih membekas, ditambah dengan masih maraknya hoax yang beredar dan dipercaya masyarakat.

Terkait itu, Indonesia Young Intelectual Institute (Indyte) menggelar dialog kebangsaan bertajuk ‘Menjaga Nilai-Nilai Kebangsaan dan Menangkal Hoax Pasca Sengketa Pilpres 2019’ yang digelar di Cafe Prabu, Cibiru, Kota Bandung, Minggu (28/7/2019).

Baca Juga :   Lebih Dekat dengan Irma Suryani, Satpam Cantik dari Kota Kembang

Mengawali dialog, Kiai Sepuh Jawa Barat K.H Abun Bunyamin sebagai narasumber mengatakan, hoax sudah ada sejak zaman dahulu, bahak ketika Nabi Adam A.S masih berada di surga. Menurutnya, hoax sering kali membuat dinamika di masyarakat bercerai berai.

“Nabi Muhammad SAW pun pernah menjadi korban hoax kaum munafiq, kala itu, ada musuh nabi yang menyebarkan bahwa istri Nabi,Siti Aisyah telah berselingkuh.
Baginya, apapun jenis hoax jelas dilarang oleh ajaran agama, karena akan berdampak buruk terhadap nilai-nilai sosial,” ujarnya.

Baca Juga :   Persidangan Kasus Meikarta, Bupati Bekasi Nonaktif Sebut Nama Mendagri

Sementara itu, Akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Mochammad Najib menuturkan, masih banyak yang perlu disegarkan dari sistem demokrasi di Indonesia. Ia menilai, secara substansi demokrasi yang dianut Indonesia belum menyentuh kepentingan rakyat.

Baca Juga :   Babinsa Koramil 0906-01/Tenggarong Berbagi Ditengah Pandemi Covid-19

“Indonesia harus maju dengan sistem yang ada seperti demokrasi, tetapi kedaulatan rakyat harus benar-benar ditampilkan. Jangan sampai, kelompok tertentu seperti partai Politik yang berkuasa dan membatasi gerak-gerik rakyatnya,” tukasnya.

Dialog kali ini pun ditutup dengan deklarasi pemuda Jawa Barat yang dipimpin oleh KH. Abun Bunyamin, Mochammad Najib, serta Komisioner KPU Jawa Barat, Titik Nurhayati. (M.Solichin)